Friday, October 29, 2010

keutamaan kita...fikirkanlah



Betapa besarnya nilai wang kertas bernilai RM1 apabila dibawa ke masjid
untuk disedekahkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas minit namun
betapa singkatnya kalau kita melihat filem.

betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun
betapa mudahnya kalau mengata atau mengumpat
tanpa harus berfikir panjang-panjang.

Betapa asyiknya apabila pertandingan bola dipanjangkan waktunya namun
kita mengeluh ketika khutbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa.

Betapa sulitnya untuk membaca satu helai Al-qur'an tapi
betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel atau majalah yang laris.

Betapa beria-ia orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konsert namun
lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid

Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu berahi semata, namun
alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.

Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk solat 5 waktu; namun
betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada
saat terakhir untuk event yang menyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari erti yang terkandung di dalam al qur'an; namun
betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh surat khabar namun
betapa kita meragui apa yang dikatakan oleh Kitab Suci Al-Quran.
Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya namun
betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat kumandang azan bergema.

Betapa setiap orang ingin masuk syurga seandainya tidak perlu untuk percaya atau
berfikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.

Monday, October 25, 2010

Amanah..



Berapa banyak amanah yg sudah diberikan kepada kita, dan berapa banyak telah kita laksanakan amanah tersebut.

Amanah kita sebagai hamba Allah, sebagai anak, sebagai pelajar, sebagai pemimpin, sebagai kakak/abang/adik, sebagai isteri/suami, sebagai sahabat, dan sebagainya. Begitu banyak amanah yg kita pikul di bahu kita.
Allah telah tegaskan dalam al-Quran, sesiapa yg tidak melaksanakan amanah yg diberikan, maka dia akan diazab dengan azab yg sangat pedih, nauuzubillah.

Menurut Imam Fakruddin ar-Razi, amanah itu dibahagikan kepada tiga perkara;
(a) amanah terhadap tuhan,
(b) amanah terhadap manusia, dan
(c) amanah terhadap diri manusia itu sendiri.


...Amanah terhadap tuhan adalah, dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.

Adapun amanah terhadap manusia adalah, melaksanakan segala kewajipan yang wajib dilakukan terhadap manusia.

Amanah manusia terhadap dirinya sendiri pula adalah, dia melakukan tindakan yang tidak memberi mudharat pada dirinya sendiri, sebaliknya terus melakukan tindakan yang melahirkan maslahah dan yang lebih baik untuk dirinya.

sahabat2 ku yg sentiasa ku ingati.
Sememangnya amanah itu sangat berat. Oleh itu, kita haruslah sentiasa berdoa kepada Allah agar diberi kekuatan untuk melaksanakan semua amanah yang terpundak di bahu kita. Hanya Allah sahaja sumber kekuatan... utama kita, malah Dia-lah yang maha mengetahui akan sesuatu...^_^

Tuesday, October 19, 2010

..nikmat Allah yg sering kita lupa...




I Am Not Cryin Because …

A man reached 70 years of age and he faced a disease; he could not urinate. The doctors informed him that he was in need of an operation to cure this disease. He agreed to have the operation done as the problem was giving him much pain for days. When the operation was completed, his doctor gave him the bill which covered all the costs. The old man looked at the bill and started to cry. Upon seeing this the doctor told him that if the cost was too high then they could make some other arrangements. The old man said “I am not crying because of the money but I am crying because Allah let me urinate for 70 years and He never sent me a bill.”

…and if you try to count the blessings of Allah, never will you be able to count them… Surah Ibrahim

Allah states that the servants are never able to count His blessings, let alone thank Him duly for them. In Sahih Al-Bukhari it is recorded that the Messenger of Allah( Peace and blessings be upon him) used to supplicate;

«اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ غَيْرَ مَكْفِيَ وَلَا مُوَدَّعٍ وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا»

O Allah ! All praise is due to You, without being able to sufficiently thank You, nor ever wish to be cutoff from You, nor ever feeling rich from relying on You; our Lord!

It was reported that Prophet Dawud peace be upon him, used to say in his supplication, “O Lord! How can I ever duly thank You, when my thanking You is also a favor from You to me’’
Allah the Exalted answered him, “Now, you have thanked Me sufficiently, O Dawud,’’ meaning, `when you admitted that you will never be able to duly thank Me.’

Tafsir Ibn Kathir