Thursday, August 29, 2013

Adakah kita di sayangi Allah?

"...tanda-tanda Iman ditarik dari hati (ditutup pintu hatinya) ialah Allah akan sibukkan dirinya dengan urusan dunia..."
(mafhum riwayah).

Kata ustaz, apabila Allah tidak mengkehendaki kita lagi...
Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia...
Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak
Allah akan sibukkan kita dengan urusan menjalankan perniagaan.
Allah akan sibukkan kita dengan urusan menambahkan harta.
Allah akan sibukkan kita dengan urusan mencari pengaruh, pangkat dan kuasa...Alangkah ruginya kerana kesemuanya itu akan kita tinggalkan...

Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-orang yang telah pergi terlebih dahulu menemui Allah SWT...dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi sudah semestinya mereka memilih tidak lagi akan bertarung bermati-matian untuk merebut dunia...kerana tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah dan beribadat kepada Allah...tidak akan Allah ciptakan manusia sekiranya tujuan hidup untuk merebut habuan dunia..
Sebenarnya apa yang kita dapat dari habuan dunia ini telah pun ditentukan oleh Allah SWT.

Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih daripada kita dari segi gaji, pangkat, harta, rumah besar, kereta besar...

Kenapa...
kita tidak pernah cemburu melihat ilmu orang lain lebih daripada kita..
kita tidak pernah cemburu melihat orang lain lebih banyak amalan daripada kita..
kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain bangun di sepertiga malam...solat tahajud dan bermunajat...

kita cemburu apabila melihat orang lain menukar kereta baru yang mewah...tetapi jarang kita cemburu apabila melihat orang lain yang boleh khatam Al'Quran sebulan dua kali...

Kesemua petanda-petanda ini menunjukkan dunia akhir zaman....apabila duit, harta dan pangkat mengatasi segala-galanya....setiap kali menyambut hari jadi...kita sibuk nak raikan sebaik mungkin...tetapi kita telah lupa..dengan bertambahnya umur kita...maka kita akan dipanggil Illahi bertambah dekat...kita patut bermuhasabah mengenai bekalan...ke satu perjalanan yang jauh..yang tidak akan kembali..dan buat selama-lamanya.

Sahabat yang ku sayang..
Kerinduan bertemu Allah subhanahu wa ta’ala umpama angin semilir yang menerpa qalbu, membuatnya sejuk dengan menjauhi gemerlapnya dunia. Siapapun yang menempatkan qalbunya di sisi Rabb-nya, ia akan merasa tenang dan tenteram. Dan siapapun yang melepaskan qalbunya di antara manusia, ia akan semakin gundah gulana.

Ingatlah! Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dalam qalbu manusia yang mencintai dunia.

Ketahuilah wahai sahabat
Jika Allah subhanahu wa ta’ala cinta kepada seorang hamba itu, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan memilih dia sebagai tempat pemberian nikmat-nikmat-Nya, dan Ia akan memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga hamba itu pun akan menyibukkan dunianya hanya dengan ibadah kepada Allah. Lisannya senantiasa basah dengan berzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai untuk berkhidmat kepada-Nya.

Ya Allah, cintailah aku dan keluargaku.janganlah Kau berpaling dari kami...
Pilihlah kami sebagai tempat pemberian

Aminnnnnn...

Sibuk kah kita?

Renungan utk semua..

"AKU SIBUK LA, BANYAK BENDA NAK KENA SETTLEKAN NI!!!"

Apabila hal-hal dalam hidup anda bagaikan terlalu banyak, kerja, anak & bini, kawan-kawan, business, orang tua kita, dan anda rasa 24 jam sehari memang tak cukup, ingatlah tin biskut kering Hup Seng dan dua cawan kopi.

Seorang professor dalam kelas sosiology telah mengeluarkan beberapa barang di hadapan kelas.

Apabila kelas dimulakan, tanpa sebarang penerangan, professor terus mengeluarkan satu tin biskut Hup Seng yang besar dan kosong, dan terus mengisi tin tersebut dengan bola-bola golf sehingga penuh.

Kemudian, professor menanyakan pada anak muridnya, “Adakah tin biskut ini sudah penuh?” Kesemua anak murid mengangguk dan mengatakan “Ya!”

Professor kemudian mengambil sekotak kacang, dan menuangkannya ke dalam tin biskut tersebut. Tin biskut digoncangkan sedikit, lalu kacang-kacang pun bergerak-gerak mengisi ruang di antara bola-bola golf.

Kemudian, professor bertanyakan lagi pada anak muridnya jikalau tin biskut tersebut sudah penuh ke belum? Anak murid mengangguk dan mengatakan “Ya!”

Selepas itu, tanpa ditunggu-tunggu, professor mengambil pula sekotak pasir dan menuangkan pasir tersebut ke dalam tin biskut. Sudah semestinya, pasir yang halus itu mengisi setiap pelusuk dan ruang di dalam tin biskut Hup Seng itu.

Kemudian professor bertanya lagi kepada anak murid, “Adakah tin biskut ini sudah penuh ?” Anak-anak murid semua mengatakan “Ya!” dengan penuh keyakinan!

Tiba-tiba, professor mengeluarkan dua cawan kopi dari bawah meja, dan menuangkan semua kopi itu ke dalam tin biskut yang sudah penuh itu. Anak-anak muridnya tersenyum melihat aksi terakhir itu.

“Sekarang..” kata professor, dan anak-anak murid kembali fokus pada professor, “Saya mahu kamu semua faham, yang tin biskut ini adalah seperti hidup anda. Bola-bola golf melambangkan perkara-perkara paling penting seperti Tuhan, Agama, Keluarga, Anak-Anak, Kesihatan, Kawan-kawan dan minat anda. Ini adalah perkara-perkara yang jika anda kehilangan benda-benda lain, semua itu sahaja yang akan tinggal, dan hidup anda akan tetap penuh berisi. Kacang-kacang merupakan hal-hal seperti kerja, kereta, rumah. Dan pasir yang kecil dan halus melambangkan perkara-perkara yang lain dalam hidup, “Perkara-perkara kecil” kata professor.

“Kalau anda masukkan pasir dahulu ke dalam tin biskut” professor menyambung, “Pasti tidak akan ada ruang untuk kacang-kacang ataupun bola-bola golf untuk masuk ke dalam tin. Sama seperti hidup ini, kalau anda luangkan semua masa dan tenaga anda pada perkara-perkara kecil sahaja, anda tidak akan ada masa dan tenaga untuk perkara-perkara yang lebih penting untuk anda…” beritahu professor.

“Jadi…tumpukan perhatian anda kepada perkara-perkara yang membahagiakan dan menggembirakan hidup anda. Sembahyanglah berjemaah. Kukuhkan ikatan silaturrahim. Bermainlah bersama anak-anak. Bawa pasangan tercinta anda keluar berjalan-jalan. Luangkan masa bersama kawan-kawan. Pasti akan ada masa untuk anda bersihkan rumah, lipat baju, repair lampu rumah. Jagalah bola-bola golf dulu, perkara yang lebih bermakna dalam hidup anda. Ketahui perkara mana yang lebih penting dan patut diutamakan. Yang lain tu semua pasir sahaja.”

Seorang anak muridnya kemudian mengangkat tangan dan bertanya, “Apa maskud kopi tu pula?”

Professor menjawab dengan penuh senyuman, “Bagus awak tanya. Ia Cuma nak menyatakan, tidak kira berapa sibuk pun hidup anda dalam seharian, pasti akan ada ruang untuk minum kopi bersama kawan-kawan.”
Jom ke kopi o corner,warong or starbuck...

Tuesday, August 13, 2013

The 7 Deadly Sins of Happiness


There are a lot of discussions going around about what actually makes people happy.

I’ve compiled what I consider the deadliest attacks on our happiness. These “sins” are so deadly that we often don’t notice we are falling into their trap until we wake up one day and wonder why we are glaring at ourselves in the mirror.

1. Comparing yourself to others

“Comparison is the death of joy.”

Thank you, Mark Twain, for starting our list today.

He’s absolutely right. Whenever you begin to size yourself based on what you see others achieving, you have no choice but to feel unhappy. Either you will feel guilty because you see those less fortunate struggling while you live in relative comfort, or you will feel inadequate because others seem to be better off than you are. It’s kind of a lose/lose scenario.

Instead, focus on making yourself a little better every day.
2. Talking about your dreams instead of going to work on them

“Contemplation often makes life miserable. We should act more, think less, and stop watching ourselves live.” -Nicolas de Chamfort

This brilliant French playwright knew a truth which eludes many to this day: acting will always make you happier than speaking.

Although it is a great idea to talk about your passions and dreams, if all you are doing is talking, you will find yourself depressed in a very short time. In fact, you will begin to feel like a fraud. You will start to question if you will ever achieve these dreams you speak about, and slowly you will stop speaking about them.

The best way to cure this is to start working on your dreams, while you talk about them. I like to say something to the effect of “I’m building up my readership to become an international best-seller. Right now I’m spending some time building up a loyal fan base on Twitter.” Do you see what I did there? I made a large statement about my end goal, as well as what my current action step is. I may not be able to claim to be a best-seller yet, but I can start to build a fan base on Twitter. By following up my words with actions, I’ll avoid feeling like a fraud.
3. Listening to people with nothing positive to say

“A complainer is like a Death Eater because there’s a suction of negative energy.”

-Barbara Corcoran

Who doesn’t love a good Harry Potter reference? All fictional character allusions aside, you would be much better off taking this wisdom to heart.

Negative people are a drain on you. It’s impossible to become immune to someone complaining in your presence—even when you diligently ignore them, simply being in the same room with someone spouting negatives will affect your mood. The only way to really combat negative people is to avoid them. It is nearly impossible to cheer a negative person up, and even if you succeed for the moment, the chances are high your former sour-puss friend will go back to his/her old ways in short order. The best you can do is go on about your business and stay around positive people.
4. Focusing on the news

“The bad news is that only the bad people reach the news, because they are noisier.”

-Javier Bardem

When was the last time you finished watching the news and felt good about the world? I don’t believe this has ever happened to me.

In 7 Habits of Highly Effective People, Stephen Covey points out that the majority of successful people spend very little time watching the news. The primary reason behind this is that we really can do nothing about what we are watching, which leads us to feelings of helplessness and negativity. By focusing so much on problems in other parts of the world, we forget how much good we can do in our local communities.

Instead of worrying what is happening on Capitol Hill, why not focus on what you can do in your neighborhood? Are there local kids you can mentor? Can you deliver meals to the elderly? Perhaps you can organize a neighborhood beautification project, which will help everyone around you. By focusing on what you can influence locally, you will create a much greater impact on the world than by simply watching the world news and then talking to your friends about how bad things are. Plus, you’ll be much happier.
5. Deciding someone else needs to change

“Why do you look at the speck of sawdust in your brother’s eye and pay no attention to the plank in your own eye?”

See Also: 10 Surefire Ways To Be Unhappy in Life

-Jesus (Matthew 7:3)

Regardless of your religious beliefs, there’s no denying the wisdom of Jesus.

Have you ever thought about how much better your life would be if your spouse/coworker/child would just fix themselves(or let you fix them)? You’re not alone. As we can see, this phenomenon has existed for at least 2,000 years, and for much longer, I would wager.

It’s so easy to look at someone else and see exactly what they are doing wrong; the difficult thing is to look at ourselves and see how we can improve instead. As I draw closer to the date of my own wedding, I find myself repeating a simple prayer: “God, please help me be the husband I tell her I am.” I know I don’t always live up to my own expectations of others, but the best place to work is myself.

Instead of thinking about how others can improve, ferret out your own shortcomings and go to work on them. Trust me, you have plenty of work on yourself to keep you too busy to correct others.
6. Thinking “happiness” is a destination you can reach

“Joy has nothing to do with material things, or with man’s outward circumstance…A man living in the lap of luxury can be wretched, and a man in the depths of poverty can overflow with joy.”

-William Barclay

Many people walk around saying things like “I will be happy when I get my house paid off” “I’ll be happy when we are finally married” or sometimes “I’ll be happy when we’re finally divorced.” That last one stings a little, but I have had clients tell me that.

You may have the idea that once you accomplish a goal, you will be happy. I’m sorry to tell you, this will never be the case. Whenever you set out to achieve something and base your happiness on that achievement, you have set yourself up for dissappointment.

History is full of people who scrambled madly for money, power, fame, or any other accolade or possession we can think of, only to finally achieve their goal and discover a deep sense of disappointment. The wisest people realize that happiness is only achieved during our journey, not at the end.

Discover what makes you happy on a daily basis and create goals that line up with those activities. If your greatest happiness comes from teaching and working with children, setting a goal to be CEO of your company doesn’t really line up. You might eventually make CEO, but you won’t feel happy about it; a better goal would be to create a lifestyle business which allows you to teach and work with children as often as you like. Maybe you will make less money, but trading money for true happiness is always a good trade.
7. Forgetting to say “thank you”

“We often take for granted the very things that most deserve our gratitude.”

— Cynthia Ozick

This last sin is probably the most commonly committed. Regardless of what your situation is right now, there are things you should be grateful for.

Do you have someone who loves you? When was the last time you told them how much you appreciate their love? Do you have a job and receive an income? When was the last time you thanked your boss or company president for providing you this opportunity?

Let’s say you are completely alone, broke, and in poor health; you can still read the words written in this post. Have you thought about how lucky you are someone took the time to teach you how to read, and now you have the opportunity to learn and better yourself because of that gift? Forgetting to stop and say thank you for the blessings you receive keeps you from receiving more blessings. Worse, the blessing you do receive won’t be recognized because you have learned to focus on what you lack, instead of what you have.

Take a small notepad with you throughout the day and write down any little thing you can think of to be grateful for. I promise you, within 24 hours, you will feel happier than you have in years.

Avoid these sins like the plague, and you will be well on your way to a very happy life.


Friday, July 19, 2013

waktu penyesalan tiada berguna...




Dr Ustz Normazlan utk renungan di pagi Jumaat...Dan fikir2kan.. satu peristiwa dikisahkan:

Di zaman Iskandar Zulkarnain &
tenteranya, terpaksa mengharungi
terowong yg pjg & gelap. Tiada api
& cahaya. Di tgh perjalanan, mrk
terpijak batu2 yg begitu bnyk
bertaburan.
Ada yg berkata, terowong ini kaya
dgn emas berlian. Apa lagi.. ada yg
mulai kutip batu2 tsebut hgga
pnuh tangan. Ada yg gunakan baju
utk tampung batu2. Ada jg yg x
caya & x kutip apa2.
Stlah sekian lama bjalan dlm gelap,
ada yg mrasa letih lalu mlepaskan
batu2 yg mrk bawa. Akhirnya mrk
mula nmpak hujung terowong. Dlm
samar2 mrk lihat, batu2 yg mrk bw
betul2 emas berlian! Ada yg minta
kebenaran utk berpatah balik ke
tgh terowong, tp x dibenarkan
Bila kluar dari terowong, maka
penyesalan yg amat hebat terasa
oleh tentera2 Iskandar.
Semua menyesal. Tiada yg tak
menyesal.
1. Paling mnyesal ialah yg x caya
langsung. Tiada lgsung emas
berlian yg dibw walaupun mpunyai
peluang.
2. Yg bw skit pun nyesal. "Kenapa
lah aku bawa penuh tgn saja. Aku
patut gunakan baju, kain & sbgnya
utk angkut emas & berlian"
3. Yg bw penuh baju pun nyesal.
Aku patut pinjam kain2 dari org
lain. Aku patut gunakan mulut utk
angkut emas berlian & sbgnya.
4. Yg paling nyesal jg yg mula2nya
percaya. Tp sparuh jalan lepaskan
batu2 kerna x brapa yakin & kerna
letih & malas.
Itulah gmbaran pyesalan KITA bila
sampai ke alam AKHIRAT. Smua
mnyesal! Tiada yg terkecuali.. Ktika
sakaratul maut, kita akan
dinampakkan gmbaran di mana
nasib kita di Akhirat.
Ktika itu roh kita meronta2 x mau
tinggalkan dunia jika gmbaran yg x
baik ditunjukkan. Spt mrk yg
meronta2 minta kbenaran utk blik
ke tgh terowong smula. Tp bila roh
di halqom dah trlambat!
Bila smpai di Akhirat, smua org
akan nyesal:

(a) Yg soleh nyesal kerna masa yg
berlalu tanpa dimanfaatkan utk
tingkat kan amal ibadat spy dpt
darjat yg lbih tinggi.
(b) Yg kdg2 soleh, kdg2 perangai
mcm kafir laknatullah, lagi lah
nyesal. Ada amalan, tp skit! Dosa
menimbun!
(c) Org2 kafirlah yg paling nyesal.
Terutama mrk yg dah sampai seru,
fhm pasal Islam, tp pilih utk x
beriman kerna ego, harta, pangkat
& sbgnya.
(d) Org yg asalnya Islam tp
tinggalkan agama lagi lah nyesal!
Spt mrk yg mula2 kutip batu, tp
lepaskan. Di Akhirat nanti mrk lah
yg paling menyesal!
Itu lah gmbaran pyesalan di
Akhirat. Diceritakan penyesalan
mrk dlm Surah Sajadah. Ahli
Neraka merayu2, "Wahai Tuhanku,
ssguhnya kami tlah lihat & dgr

kedahsyatan akhirat, kembalikan
kami ke dunia utk beramal soleh,
ssguh nya kmi tlah benar2 yakin!" Selamat Beramal...

Thursday, July 11, 2013

Ulangkaji Solat Witir.

Ulangkaji solat witir...




PANDUAN SOLAT SUNAT

CARA NABI S.A.W.



Penulis: Mohd Yaakub bin Mohd Yunus



Disemak oleh: Ustaz Mohd Fikri Che Hussain





SOLAT WITIR



اَلْوِتْرَ(Al-witir) secara bahasa bermaksud jumlah yang ganjil seperti sekali, tiga kali, lima kali dan seterusnya. Ianya seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:



وَهُوَ وَتْرٌ يُحِبُّ الْوَتْرَ

Maksudnya:

Dan Dia (yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala) itu ganjil (Tunggal atau Maha Esa) dan mencintai yang ganjil. – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab al-Da’waat, no: 6410.



Al-Witir secara syarak bermaksud solat sunat yang dikerjakan di antara solat Isyak hingga munculnya fajar yakni masuknya waktu subuh dan ianya menjadi penutup bagi solat malam. Ianya digelarkan sebagai al-Witir kerana jumlah rakaatnya adalah ganjil seperti 1 rakaat, 3 rakaat, 7 rakaat, 9 rakaat dan seterusnya. Solat Witir ini tidak boleh dikerjakan dalam jumlah rakaat yang genap.





v DALIL DISYARIATKAN



Solat Witir merupakan solat yang diutamakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sehinggakan baginda tidak pernah meninggalkan perlaksanaannya walaupun ketika bermusafir. Dalil-dalil yang menunjukkan sabitnya anjuran untuk mengerjakan solat Witir ini begitu banyak. Di antaranya adalah riwayat daripada ‘Abdullah bin ‘Umar bahawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا.

Maksudnya:

Jadikanlah solat witir sebagai solat terakhir kalian pada malam hari. – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab al-Witr, no: 998.



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menekankan perlaksanaan solat Witir ini sebagaimana pesanannya kepada Abu Darda’radhiallahu’ anh yang berkata:



أَوْصَانِي حَبِيبِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلاَثٍ لَنْ أَدَعَهُنَّ مَا عِشْتُ



بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلاَةِ الضُّحَى وَبِأَنْ لاَ أَنَامَ حَتَّى أُوتِرَ.



Maksudnya:

Kekasihku shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang tidak akan pernah aku tinggalkan sehingga akhir hayatku; berpuasa tiga hari setiap bulan (hijrah), mengerjakan solat Dhuha dan tidak tidur sebelum mengerjakan solat witir. – Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Sholaatul Musaafiriin wa Qashruhaa, no: 722.



Berkenaan hukum melaksanakan solat Witir ini jumhur ulamak daripada para sahabat, tabi’in dan generasi setelah tabi’in berpendapat ianya adalah sunat mu’akkadah. Sebagaimana yang kita sedia maklum ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus Mu’adz ke Yaman, baginda bersabda:



ادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ



فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ...



Maksudnya:

Serulah kepada mereka (yakni penduduk Yaman) kalimah syahadah bahawa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan aku adalah pesuruh Allah dan apabila mereka telah taat atas perkara ini maka beritahukan kepada mereka bahawa Allah mewajibkan mereka solat lima waktu sehari semalam… - Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab al-Zakaah, no: 1395.



Menerusi hadis ini dapat kita simpulkan bahawa solat yang diwajibkan ke atas umat Islam hanyalah solat lima waktu sehari semalam. Maka solat-solat selain itu termasuk solat Witir ini hanya termasuk dalam perkara tathawwu’. Hukum ini juga adalah bersandarkan sebuah riwayat daripada ‘Ali radhiallahu’ anh:



عَنْ عَلِيٍّ قَالَ الْوِتْرُ لَيْسَ بِحَتْمٍ كَصَلاَتِكُمْ الْمَكْتُوبَةِ وَلَكِنْ سَنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.



Maksudnya:

Solat Witir tidaklah wajib seperti solat yang difardukan ke atas kamu, tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya. – Hadis riwayat Imam al-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitab al-Sholaah, no: 415





v KEUTAMAANNYA



Allah Subhanahu wa Ta’ala amat menyukai mereka yang mengerjakan solat witir. Daripada ‘Ali radhiallahu’ anh di berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ أَوْتِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ.



Maksudnya:

Wahai ahli al-Qur’an (mereka yang membaca dan beramal dengan al-Qur’an), Hendaklah kamu mengerjakan solat Witir, sesungguhnya Allah itu ganjil dan mencintai yang ganjil. – Hadis riwayat Imam Abu Dawud dalam Sunannya, Kitab al-Sholaah, no: 1207



Solat Witir juga merupakan sebahagian dari solat malam dan sebagaimana yang kita telah sedia maklum solat malam ini merupakan sebaik-baik solat setelah solat fardu dan ianya memiliki banyak keutamaan yang telah penulis paparkan ketika membicarakan bab Keutamaan Solat Tahajjud. Silalah rujuk ke sana.





v TATACARA PERLAKSANAAN SERTA HUKUM-HUKUM BERKAITAN



q Waktu Didirikan Solat Witir

Solat Witir boleh didirikan setelah mengerjakan solat Isyak sehinggalah sebelum terbitnya fajar. Daripada ‘Aisyah Ummul Mukminin radhiallahu’ anha, dia berkata:



كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ



وَهِيَ الَّتِي يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ



فَإِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنْ صَلاَةِ الْفَجْرِ وَتَبَيَّنَ لَهُ الْفَجْرُ وَجَاءَهُ الْمُؤَذِّنُ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ



ثُمَّ اضْطَجَعَ عَلَى شِقِّهِ الأَيْمَنِ حَتَّى يَأْتِيَهُ الْمُؤَذِّنُ لِلإِقَامَةِ.



Maksudnya:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mengerjakan solat sebelas rakaat pada waktu di antara selesai solat Isyak iaitu suatu waktu yang orang-orang disebut sebagai ‘atamah (sampai subuh) sebanyak sebelas rakaat, dengan salam setiap dua rakaat dan mengerjakan solat Witir satu rakaat. Apabila muadzdzin telah berhenti mengumandangkan azan solat Subuh, sudah nampak jelas pula fajar olehnya, dan baginda juga sudah didatangi oleh muadzdzin, baginda segera berdiri dan mengerjakan dua rakaat ringan kemudian berbaring ke sisi kanannya sehingga datang muadzdzin kepada baginda untuk mengumandangkan iqamah. - Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa, no: 736.



Namun begitu waktu yang afdal untuk mengerjakan solat Witir adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Daripada ‘Aisyah, dia berkata:



كُلَّ اللَّيْلِ أَوْتَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَانْتَهَى وِتْرُهُ إِلَى السَّحَرِ

Maksudnya:

Setiap malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan solat witir dan berakhir sampai waktu sahur. – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab al-Witr, no: 996



Apatah lagi terdapat satu waktu pada sepertiga malam itu di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala akan turun ke langit dunia dan akan memperkenankan doa dan permintaan serta memberi pengampunan kepada hamba-hamba-Nya.. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:



يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ.

يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ.

Maksudnya:

Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun pada setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam yang akhir. Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, nescaya Aku akan mengabulkannya; siapa yang meminta kepada-Ku, nescaya Aku akan memberinya; siapa yang memohon ampun kepada-Ku, nescaya Aku akan mengampunnya. - Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab at-Tahajjud, no: 1145.



Namun demikian sekiranya seseorang itu khuatir bahawa dia tidak mampu untuk bangun mengerjakan solat Witir pada sepertiga malam yang terakhir, hendaklah dia mengerjakannya sebelum tidur. Daripada Jabir bin ‘Abdullah radhiallahu’ anh, dia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



مَنْ خَافَ أَنْ لاَ يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ



وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ فَإِنَّ صَلاَةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ وَذَلِكَ أَفْضَلُ.



Maksudnya:

Barangsiapa di antara kamu khuatir tidak bangun pada akhir waktu malam, hendaklah mengerjakan Witir pada awal malam, kemudian tidurlah. Dan barangsiapa di antara kalian merasa mampu untuk bangun pada akhir malam, hendaklah melakukan Witir pada sebahagian akhir malam. Kerana solat pada akhir waktu malam disaksikan dan dihadiri (malaikat), maka hal itu lebih utama. - Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa, no: 755.



Sekiranya telah mengerjakan solat Witir pada awal malam iaitu sebelum tidur, tetapi seseorang itu terjaga pada sepertiga malam yang akhir maka dia tidak boleh melakukan sekali lagi solat Witir. Ini adalah kerana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



لاَ وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ

Maksudnya:

Tidak ada dua Witir dalam satu malam. – Hadis riwayat Imam Abu Dawud dalam Sunannya, Kitab al-Sholaah, no.1227.



Namun demikian diperbolehkan baginya untuk mengerjakan solat-solat sunat yang lain kerana diperbolehkan untuk mengerjakan solat sunat walaupun telah mendirikan solat Witir. Menurut Syaikh Muhammad at-Tuwaijiri:



Siapa yang Witir pada awal malam kemudian terbangun pada akhir malam maka solatlah secara genap tanpa ada witir. – Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwaijirsi, Mukhtasar al-Fiqhi al-Islami, ms. 712,



q Jumlah Rakaat Solat Witir

Sebagaimana yang kita telah sedia maklum solat Witir mempunyai jumlaah rakaat yang ganjil. Menerusi hadis-hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kita dapati terdapat variasi jumlah rakaat yang dilaksanakan oleh baginda



PERTAMA: Solat Witir dengan hanya satu rakaat. Dalilnya adalah sebuah riwayat daripada ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu’ anhuma, dia berkata:



إِنَّ رَجُلاً قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ صَلاَةُ اللَّيْلِ.



قَالَ: مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ.



Maksudnya:

Sesungguhnya seorang lelaki berkata: Wahai Rasulullah, bagaimanakah solat malam? Baginda bersabda: Dua-dua (rakaat), apabila engkau khuatir (masuk waktu subuh), maka laksanakan solat Witir satu rakaat. - Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab at-Tahajjud, no: 1137.



* Tatacara mengerjakannya
Rakaat Pertama

1) Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat Witir

2) Takbiratul Ihram

3) Doa Iftitah

4) Membaca surah al-Fatihah

5) Membaca Surah al-Qur’an

6) Rukuk

7) Iktidal

8) Sujud

9) Duduk antara dua sujud

10) Sujud kali kedua

11) Duduk untuk tahiyyat akhir

12) Memberi salam ke kanan dan ke kiri





KEDUA: Solat Witir dengan tiga rakaat. Tatacara perlaksanaannya ada dua :-

Mengerjakan dua rakaat terlebih dahulu dan salam. Setelah itu didirikan satu lagi rakaat secara berasingan dan salam. Dalilnya adalah riwayat daripada Nafi’:



أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يُسَلِّمُ بَيْنَ الرَّكْعَةِ وَالرَّكْعَتَيْنِ فِي الْوِتْرِ.

Maksudnya:

Bahawa ‘Abdullah bin ‘Umar mengucapkan salam antara satu rakaat dan dua rakaat dalam solat Witir. – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab al-Witr, no: 991.



* Tatacara mengerjakannya
Rakaat Pertama

1) Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat Witir

2) Takbiratul Ihram

3) Doa Iftitah

4) Membaca surah al-Fatihah

5) Membaca Surah al-Qur’an

6) Rukuk

7) Iktidal

8) Sujud

9) Duduk antara dua sujud

10) Sujud kali kedua

11) Bangun untuk rakaat kedua



Rakaat Kedua

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Duduk untuk tahiyyat akhir

3) Memberi salam kanan dan kiri dan bagun untuk mengerjakan rakaat terakhir

Rakaat Ketiga

1) Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat Witir

2) Takbiratul Ihram

3) Doa Iftitah

4) Membaca surah al-Fatihah

5) Membaca Surah al-Qur’an

6) Rukuk

7) Iktidal

8) Sujud

9) Duduk antara dua sujud

10) Sujud kali kedua

11) Duduk untuk tahiyyat akhir

12) Memberi salam ke kanan dan ke kiri

Mendirikan tiga rakaat sekaligus dengan hanya satu salam.



مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلاَ فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً.



يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ. ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ.



ثُمَّ يُصَلِّي ثَلاَثًا.

Maksudnya:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menambah pada bulan Ramadan dan tidak pula pada bulan-bulan lainnya, melebihi sebelas rakaat; baginda solat empat rakaat, jangan kamu persoalkan akan kebagusan dan panjangnya. Kemudian baginda solat empat rakaat lagi, jangan kamu persoalkan akan kebagusan dan panjangnya. Kemudian baginda solat tiga rakaat (witir). - Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab at-Tahajjud, no: 1147.



Solat Witir sebanyak tiga rakaat ini berbeza dari Solat Maghrib yang terdapat dua tasyahhud. Tasyahhud solat Witir hanyalah satu yakni pada rakaat yang ketiga. Surah-Surah yang baginda baca untuk solat Witir tiga rakaat adalah Surah al-A’la, Surah al-Kaafiruun dan Surah al-Ikhlash sebagaimana riwayat daripada Ubay bin Ka’ab, dia berkata:



كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْوِتْرِ بِسَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى



وَفِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ بِقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَفِي الثَّالِثَةِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ



وَلاَ يُسَلِّمُ إِلاَّ فِي آخِرِهِنَّ وَيَقُولُ يَعْنِي بَعْدَ التَّسْلِيمِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ثَلاَثًا



Maksudnya:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca dalam Solat Witir ‘Sabbhisma rabbikal a’laa’ dan pada rakaat kedua membaca ‘Qulyaa ayyuhal kaafiruun’ dan pada rakaat ketiga ‘Qulhuwallahu ahad’ dan baginda tidak mengucapkan salam kecuali pada akhir rakaat dan baginda membaca ‘Subhanal malikul qudduus’ sebanyak tiga setelah memberi salam – Hadis riwayat Imam al-Nasa’i dalam Sunannya, Kitab Qiyaamul Lail wa Tathawwu’un Nahaar, no: 1683.



Melalui hadis di atas kita juga dapat mengetahui bahawa setelah selesai solat witir baginda membaca zikir سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ (Maha suci Tuhan Raja yang Kudus).



* Tatacara mengerjakannya
Rakaat Pertama

1) Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat Witir

2) Takbiratul Ihram

3) Doa Iftitah

4) Membaca surah al-Fatihah

5) Membaca Surah al-Qur’an

6) Rukuk

7) Iktidal

8) Sujud

9) Duduk antara dua sujud

10) Sujud kali kedua

11) Bangun untuk rakaat kedua



Rakaat Kedua

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Bangun untuk rakaat ketiga

Rakaat Ketiga

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Duduk untuk tahiyyat akhir

3) Memberi salam ke kanan dan ke kiri



KETIGA: Solat Witir dengan lima rakaat dengan satu tasyahhud pada rakaat yang terakhir. Tatacara ini adalah bersandarkan kepada hadis daripada ‘Aisyah radhiallahu’ anha, dia berkata:



كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً



يُوتِرُ مِنْ ذَلِكَ بِخَمْسٍ لاَ يَجْلِسُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ فِي آخِرِهَا.

Maksudnya:

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjalankan solat pada malam hari tiga belas rakaat, baginda berwitir lima rakaat dan tidak duduk (untuk tasyahhud) kecuali pada akhir rakaat. - Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa, no: 737.



* Tatacara mengerjakannya
Rakaat Pertama

1) Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat Witir

2) Takbiratul Ihram

3) Doa Iftitah

4) Membaca surah al-Fatihah

5) Membaca Surah al-Qur’an

6) Rukuk

7) Iktidal

8) Sujud

9) Duduk antara dua sujud

10) Sujud kali kedua

11) Bangun untuk rakaat kedua



Rakaat Kedua

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Bangun untuk rakaat ketiga



Rakaat Ketiga

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Bangun untuk rakaat keempat



Rakaat Keempat

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Bangun untuk rakaat kelima

Rakaat Kelima

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Duduk untuk tahiyyat akhir

3) Memberi salam ke kanan dan ke kiri



Namun begitu terdapat juga pendapat bahawa solat Witir lima rakaat boleh dilaksanakan dengan melaksanakan dua rakaat lalu salam, dua rakaat lagi lalu salam dan diakhirkan dengan satu rakaat dan salam. Tatacara ini adalah bersandarkan keumuman lafaz dalam hadis daripada ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu’ anhuma, dia berkata:



إِنَّ رَجُلاً قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ صَلاَةُ اللَّيْلِ.



قَالَ: مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ.



Maksudnya:

Sesungguhnya seorang lelaki berkata: Wahai Rasulullah, bagaimanakah solat malam? Baginda bersabda: Dua-dua (rakaat), apabila engkau khuatir (masuk waktu subuh), maka laksanakan solat Witir satu rakaat. - Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab at-Tahajjud, no: 1137.



KEEMPAT: Solat Witir dengan tujuh rakaat dengan membaca tasyahhud pada rakaat ketujuh. Hal ini adalah bersandarkan kepada hadis daripada ‘Aisyah radhiallahu’ anha, dia berkata:



فَلَمَّا سَنَّ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَخَذَهُ اللَّحْمُ أَوْتَرَ بِسَبْعٍ



Maksudnya:

…Setelah Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wasallam semakin tua dan tubuhnya semakin gemuk baginda mengerjakan Witir dengan tujuh rakaat…- Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa, no: 746.



Menerusi hadis yang diriwayatkan Imam al-Nasa’i pula disebutkan:



عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ لَمَّا أَسَنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ



وَأَخَذَ اللَّحْمَ صَلَّى سَبْعَ رَكَعَاتٍ لاَ يَقْعُدُ إِلاَّ فِي آخِرِهِنَّ...

Maksudnya:

Daripada ‘Aisyah dia berkata: Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam semakin tua dan tubuhnya semakin gemuk baginda mengerjakan Witir dengan tujuh rakaat dan baginda tidak duduk (tahiyyat) kecuali di akhir rakaat… - Hadis riwayat Imam al-Nasa’i dalam Sunannya, Kitab Qiyaam al-Lail wa Tathawwu’ al-Nahaar, no: 1699.



* Tatacara mengerjakannya
Rakaat Pertama

1) Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat Witir

2) Takbiratul Ihram

3) Doa Iftitah

4) Membaca surah al-Fatihah

5) Membaca Surah al-Qur’an

6) Rukuk

7) Iktidal

8) Sujud

9) Duduk antara dua sujud

10) Sujud kali kedua

11) Bangun untuk rakaat kedua



Rakaat Kedua

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Bangun untuk rakaat ketiga



Rakaat Ketiga

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Bangun untuk rakaat keempat



Rakaat Keempat

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Bangun untuk rakaat kelima



Rakaat Kelima

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Bangun untuk rakaat keenam



Rakaat Keenam

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Bangun untuk rakaat ketujuh

Rakaat Ketujuh

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Duduk untuk tahiyyat akhir

3) Memberi salam ke kanan dan ke kiri



Ada juga yang berpendapat solat Witir tujuh rakaat ini dibenarkan untuk didirikan dengan mengerjakan solat dua rakaat sebanyak tiga kali dan diakhiri dengan solat satu rakaat sebagaimana keumuman hadis ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu’ anhuma yang telah penulis paparkan sebelum ini.



KELIMA: Solat Witir sebanyak sembilan rakaat dengan dua tasyahhud yakni tasyahhud awal pada rakaat kelapan dan tasyahhud akhir pada rakaat kesembilan. Hal ini adalah bersandarkan kepada hadis daripada ‘Aisyah radhiallahu’ anha, dia berkata:



وَيُصَلِّي تِسْعَ رَكَعَاتٍ لاَ يَجْلِسُ فِيهَا إِلاَّ فِي الثَّامِنَةِ فَيَذْكُرُ اللَّهَ وَيَحْمَدُهُ وَيَدْعُوهُ



ثُمَّ يَنْهَضُ وَلاَ يُسَلِّمُ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّ التَّاسِعَةَ



ثُمَّ يَقْعُدُ فَيَذْكُرُ اللَّهَ وَيَحْمَدُهُ وَيَدْعُوهُ



ثُمَّ يُسَلِّمُ تَسْلِيمًا يُسْمِعُنَا ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ

Maksudnya:

(Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sekiranya bersolat Witir) sembilan rakaat baginda tidak duduk (untuk tasyahhud awal) kecuali pada rakaat kelapan. Kemudian baginda memanjatkan pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, berzikir dan berdoa (membaca tasyahhud). Setelah itu baginda bangkit dengan tidak mengucapkan salam. Selanjutnya baginda mengerjakan rakaat kesembilan lalu duduk dan berzikir kepada Allah yang Maha Mulia lagi Maha Perkasa, serta berdoa (membaca tasyahhud akhir) kemudian mengucapkan salam yang terdengar oleh kami. Setelah itu baginda mengerjakan solat dua rakaat… - Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa, no: 746.



* Tatacara mengerjakannya
Rakaat Pertama

1) Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat Witir

2) Takbiratul Ihram

3) Doa Iftitah

4) Membaca surah al-Fatihah

5) Membaca Surah al-Qur’an

6) Rukuk

7) Iktidal

8) Sujud

9) Duduk antara dua sujud

10) Sujud kali kedua

11) Bangun untuk rakaat kedua



Rakaat Kedua

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Bangun untuk rakaat ketiga



Rakaat Ketiga

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Bangun untuk rakaat keempat



Rakaat Keempat

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Bangun untuk rakaat kelima



Rakaat Kelima

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Bangun untuk rakaat keenam



Rakaat Keenam

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Bangun untuk rakaat ketujuh



Rakaat Ketujuh

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Bangun untuk rakaat kelapan

Rakaat Kelapan

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Duduk untuk tahiyyat awal

3) Bangun untuk rakaat kesembilan

Rakaat Kesembilan

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Duduk untuk tahiyyat akhir

3) Memberi salam ke kanan dan ke kiri



Ada juga yang berpendapat solat Witir sembilan rakaat ini dibenarkan untuk didirikan dengan mengerjakan solat dua rakaat sebanyak empat kali dan diakhiri dengan solat satu rakaat sebagaimana keumuman hadis ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu’ anhuma yang telah penulis paparkan sebelum ini.



q Membaca Qunut Dalam Solat Witir

Kadangkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca qunut dalam solat Witir. Qunut adalah nama bagi perbuatan untuk berdoa dalam solat pada tempat yang tertentu ketika berdiri. Dalil disyariatkan membaca qunut dan lafaz doa qunut ketika solat Witir adalah:



عَنْ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَؤُلاَءِ الْكَلِمَاتِ فِي الْوِتْرِ قَالَ



قُلْ اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ



وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ



(وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ) تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ.

Maksudnya:

Diriwayatkan daripada Hasan bin Ali radhiallahu’ anh, bahawa dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengajarkan aku beberapa kalimat yang harus aku ucapkan di dalam solat Witir, iaitu Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau tunjukkan, Selamatkanlah aku dalam golongan orang-orang yang telah Engkau pelihara. Berikanlah berkat dalam segala sesuatu yang telah Engkau berikan. Hindarkanlah diriku dari segala bahaya yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan bukan yang ditentukan, Sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau lindungi (dan tidak akan menjadi mulia orang yang Engkau musuhi). Engkau wahai Tuhan adalah Maha Mulia serta Maha Tinggi. Dan semoga Allah tetap memberi rahmat ke atas Nabi Muhammad. - Hadis riwayat Imam al-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitab al-Sholaah, no. 426. (tambahan dari riwayat Abu Daud, Kitab al-Solat, no: 1214)



Qunut ketika solat Witir dibaca pada rakaat yang terakhir setelah membaca surah dan sebelum rukuk. Dalilnya adalah sebuah riwayat daripada Ubay bin Ka’ab, dia berkata:



كَانَ يُوتِرُ فَيَقْنُتُ قَبْلَ الرُّكُوعِ.

Maksudnya:

Bahawasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan Witir lalu membaca qunut sebelum rukuk. – Hadis riwayat Imam Ibnu Majah dalam Sunannya, Kitab Iqaamatush Sholaah was Sunnah Fiiha, no: 1182.



Adalah disunatkan untuk membaca qunut dalam solat Witir ini pada malam-malam lima belas terakhir pada bulan Ramadan dan ini merupakan mazhab Imam al-Syafi’i rahimahullah. Menurut Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah pandangan ini adalah bersandarkan riwayat daripada Abu Dawud bahawa ‘Umar al-Khaththab radhiallahu 'anh mengumpulkan orang ramai untuk bersolat (tarawih) jemaah dengan berimamkan kepada Ubai bin Ka’ab radhiallahu 'anh. Selama dua puluh hari Ubai menjadi imam kepada mereka dan tidak pernah mengerjakan qunut melainkan pada pertengahan akhir pada bulan Ramadan. – Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah, jilid 2, ms. 37-38.



* Tatacara mengerjakan doa qunut dalam solat Witir.
Rakaat Pertama

1) Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat Witir

2) Takbiratul Ihram

3) Doa Iftitah

4) Membaca surah al-Fatihah

5) Membaca Surah al-Qur’an

6) Rukuk

7) Iktidal

8) Sujud

9) Duduk antara dua sujud

10) Sujud kali kedua

11) Bangun untuk rakaat kedua



Rakaat Kedua

1) Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2) Duduk untuk tahiyyat akhir

3) Memberi salam kanan dan kiri dan bagun untuk mengerjakan rakaat ke terakhir

Rakaat Ketiga

1) Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat Witir

2) Takbiratul Ihram

3) Doa Iftitah

4) Membaca surah al-Fatihah

5) Membaca Surah al-Qur’an

6) Membaca Doa Qunut

7) Rukuk

8) Iktidal

9) Sujud

10) Duduk antara dua sujud

11) Sujud kali kedua

12) Duduk untuk tahiyyat akhir

13) Memberi salam ke kanan dan ke kiri



q Cara Menqadha Solat Witir

Apabila seseorang tertinggal mengerjakan solat Witir disebabkan perkara-perkara yang valid seperti tertidur atau terlupa maka ianya boleh diqadhakan ketika tersedar. Hal ini adalah sebagaimana yang diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-Khudri, dia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



مَنْ نَامَ عَنْ وِتْرِهِ أَوْ نَسِيَهُ فَلْيُصَلِّهِ إِذَا ذَكَرَهُ.

Maksudnya:

Barangsiapa tertidur atau lupa sehingga tidak mengerjakan solat Witir, hendaklah dia mengerjakannya ketika dia teringat. - Hadis riwayat Imam Abu Dawud dalam Sunannya, Kitab al-Sholaah, no: 1431.



Ulamak berbeza pendapat tentang kadar waktu yang dibenarkan untuk mengqadhakan solat Witir. Hadis di atas secara umum menyebutkan bahawa ianya boleh dilaksanakan pada bila-bila masa sahaja pada hari itu ketika teringat. Hanya sahaja yang afdal adalah ianya dikerjakan pada waktu di antara Subuh dan sebelum Zuhur agar mendapat pahala yang menyamai jika dikerjakan pada malam hari. Ini adalah kerana telah diriwayatkan daripada ‘Umar bin al-Khatthab radhiallahu’ anh, dia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



مَنْ نَامَ عَنْ حِزْبِهِ أَوْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ فَقَرَأَهُ فِيمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْفَجْرِ وَصَلاَةِ الظُّهْرِ كُتِبَ لَهُ



كَأَنَّمَا قَرَأَهُ مِنْ اللَّيْلِ.

Maksudnya:

Barangsiapa yang tertidur sehingga tidak sempat mengerjakan solat malam atau membaca al-Qur’an pada malam hari (padahal dia sudah berniat untuk mengerjakannya), kemudian dia mengerjakan pada waktu di antara Subuh dan Zuhur, nescaya akan dicatatkan untuknya seolah-olah dia telah mengerjakannya pada malam hari. - Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa, no: 747.



Namun begitu sekiranya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengqadhakan solat malamnya pada siang hari baginda akan menggenapkannya dari sebelas rakaat menjadi dua belas rakaat. Diriwayatkan daripada ‘Aisyah:



كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا عَمِلَ عَمَلاً أَثْبَتَهُ



وَكَانَ إِذَا نَامَ مِنْ اللَّيْلِ أَوْ مَرِضَ صَلَّى مِنْ النَّهَارِ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً.

Maksudnya:

…Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila mengerjakan sesuatu solat baginda suka untuk mengerjakannya secara berterusan. Apabila baginda tertidur atau sakit sehingga tidak sempat mengerjakan solat malam baginda mengerjakan solat pada siang harinya sebanyak dua belas rakaat. - Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa, no: 746.



Oleh itu bagi sesiapa yang solat Witirnya secara kebiasaanya dikerjakan sebanyak satu rakaat maka apabila diqadha pada siang hari ianya dikerjakan sebanyak dua rakaat dan tiga rakaat menjadi empat rakaat dan seterusnya.



q Bolehkah Mengerjakan Solat Sunat Setelah Solat Witir

Sebagaimana yang telah sedia maklum solat Witir dianggap penutup bagi solat malam. Daripada ‘Abdullah bin ‘Umar bahawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا.

Maksudnya:

Jadikanlah solat Witir sebagai solat terakhir kalian pada malam hari. – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab al-Witr, no: 998.



Rentetan dari hadis di atas ada yang beranggapan tidak boleh lagi melaksanakan solat sunat setelah mengerjakan solat Witir. Namun begitu tanggapan ini dapat dibantah kerana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan solat sunat setelah mengerjakan solat Witir. Daripada ‘Aisyah radhiallahu’ anha, dia berkata:



صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ ثُمَّ صَلَّى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ وَرَكْعَتَيْنِ جَالِسًا



وَرَكْعَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءَيْنِ وَلَمْ يَكُنْ يَدَعْهُمَا أَبَدًا.

Maksudnya:

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam solat Isyak kemudian solat lapan rakaat dan dua rakaat dengan duduk serta dua rakaat (Qabliyah Subuh) di antara dua seruan (yakni azan dan iqamah). Baginda shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan kedua rakaat (Qabliyah Subuh) tersebut – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab al-Tahajjud, no: 1159



Menurut al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah walaupun dalam riwayat di atas tidak menyebutkan tentang solat Witir namun hal ini diperjelaskan melalui riwayat al-Laits dengan lafaz:



كَانَ يُصَلِّي بِثَلاَث عَشْرَة رَكْعَة تِسْعًا قَائِمًا وَرَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِس

Maksudnya:

Baginda solat tiga belas rakaat, sembilan rakaat dengan berdiri dan dua rakaat dengan duduk. – Rujuk Fathul Baari Syarah Shahih al-Bukhari, jilid 6, ms. 314.



Dalam riwayat Imam Muslim kita akan gambaran yang lebih jelas akan hal ini.



Daripada Abi Salamah, dia berkata: Aku bertanya kepada ‘Aisyah radhiallahu’ anha tentang solat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu dia menjawab:



كَانَ يُصَلِّي ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي ثَمَانَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ يُوتِرُ ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ



فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ قَامَ فَرَكَعَ ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالإِقَامَةِ مِنْ صَلاَةِ الصُّبْحِ.



Bahawasanya baginda bersolat sebanyak tiga belas rakaat. Baginda solat lapan rakaat kemudian (mengerjakan solat) Witir, kemudian solat dua rakaat sambil duduk, apabila hendak rukuk, baginda berdiri lalu rukuk, kemudian baginda solat dua rakaat (Qabliyah Subuh) di antara azan dan iqamah solat Subuh. – Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa, no: 738.



Seterusnya hal ini diperkuatkan lagi dengan riwayat di bawah:



عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّيهِمَا بَعْدَ الْوِتْرِ وَهُوَ جَالِسٌ



يَقْرَأُ فِيهِمَا إِذَا زُلْزِلَتْ الْأَرْضُ وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

Maksudnya:

Daripada Abi Umamah bahawa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan solat dua rakaat setelah mengerjakan solat witir dengan duduk dan baginda membaca ‘Idza zul zilztil ardhu’ dan ‘Qul yaa ayyuhal kaafiruun’. – Hadis riwayat Imam Ahmad dalam Musnadnya, no: 21216.



Hanya sahaja Baginda shallallahu ‘alaihi wasallam tidak berterusan dalam melaksanakan solat dua rakaat setelah Witir tersebut. Solat dua rakaat setelah Witir itu boleh dianggap sebagai solat untuk menyempurnakan kekurangan yang mungkin ada ketika melaksanakan solat Witir tersebut. Ibnu Qayyim rahimahullah memperjelaskan:



Sebahagian orang ada yang merasa musykil dengan masalah solat dua rakaat setelah witir ini kerana ianya dilihat bertentangan dengan sabda baginda:

اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا.



Jadikanlah solat witir sebagai solat terakhir kalian pada malam hari.



Dalam hal ini Imam Ahmad berkata: Aku tidak mengerjakannya tapi juga tidak melarang orang lain mengerjakannya. Sedangkan Imam Malik mengingkari dua rakaat itu. Ada pula yang menyatakan bahawa baginda mengerjakan dua rakaat itu untuk menunjukkan bahawa diperbolehkan solat (sunat) setelah Witir. Mereka menafsirkan perintah baginda untuk mengakhiri solat malam dengan Witir sebagai anjuran dan dua rakaat sesudahnya diperbolehkan. Apa yang benar, Witir adalah ibadah yang berdiri sendiri. Dua rakaat yang baginda lakukan setelah itu seperti halnya sunat (Ba’diyah) setelah Maghrib yang melengkapi solat Maghrib. Sehingga dua rakaat ini juga melengkapi solat Witir sebagai penutup solat malam. Dua rakaat setelahnya sebagai pelengkap. – Rujuk Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Mukhtashar Zaadul Ma’ad, diringkaskan oleh Syaikh Muhammad Abdul Wahhab al-Tamimi (edisi terjemahan dengan tajuk Zaadul Maad : Bekal Perjalan Ke Akhirat, Pustaka Azam, Jakarta 1999) ms. 36-37.



q Tidur Sejenak Setelah Mengerjakan Solat Witir

Disunnahkan juga untuk tidur setelah mengerjakan solat malam termasuk solat Witir sehinggalah dikumandangkan azan Subuh. Daripada al-Aswad, dia berkata: Aku bertanya kepada ‘Aisyah radhiallahu’ anha: Bagaimana solat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada malam hari. ‘Aisyah berkata:



كَانَ يَنَامُ أَوَّلَهُ وَيَقُومُ آخِرَهُ فَيُصَلِّي ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى فِرَاشِهِ فَإِذَا أَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ.

Maksudnya:

Biasanya baginda tidur pada awal malam dan bangun pada akhir malam lalu solat, kemudian kembali lagi ke tempat tidurnya. Apabila muadzdzin telah mengumandangkan azan baginda bangun. – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab al-Tahajjud, no: 1146.



Adakah hal ini bertentang dengan hadis tentang baring sejenak setelah mengerjakan solat Qabliyah Subuh? Syaikh Abu Malik Kamal menyatakan:



Apa yang jelas adalah disyariatkannya tidur setelah dua rakaat sunat Subuh, namun pada kenyataannya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada satu waktu baginda tidur antara solat malam dan solat Subuh. Pada waktu yang lain pula baginda tidur setelah dua rakaat solat sunat Subuh. Mungkin sahaja baginda tidur pada kedua waktu itu. Wallahu a’lam. – rujuk Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, Shahih Fiqh as-Sunnah wa Adillatuhu wa Taudhih Madzahib al-A’immah (edisi terjemahan dengan tajuk Shahih Fikih Sunnah terbitan Pustaka Azzam, Jakarta, 2006), jilid 1, ms. 621.

Tuesday, June 04, 2013

HIKMAH ISTRI TAAT KEPADA SUAMI``

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُ
بِســمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
``HIKMAH ISTRI TAAT KEPADA SUAMI``

1. Dapat masuk surga melalui pintu apa saja

Wahai istri, إِنْ شَاءَ اللّهُ suamimu adalah pria yg kamu senangi, jika kamu ingin hidup bahagia di dunia dan akherat. Ketahuilah suamimu adalah PEMIMPINMU (baca Qs. An Nisa' : 34) TAATI ia selama tidak memerintah yg haram, sampaikan udzurmu bila kamu tidak mampu, jika kamu bersabar mentaati perintahnya, اَللّهُ azza wa jalla akan membalasnya dg surga.

Bukankah Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda sebagaimana yg diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah dari Abdur rahman bin Auf رضي اللّه عنه : Apabila wanita itu shalat lima waktu, berpuasa pada bulan ramadhan, dan TAAT KEPADA SUAMInya, dikatakan kepadanya, silahkan kamu masuk surga melewati pintu yg kamu sukai." (HR. Abu Nuem fil Huliyah. al Misyakat 2/239 no. 3254)

2. Mengutamakan Taat kepada suami melebihi orang tua

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi bersumber dari Abu Hurairah رضي اللّه عنه Imam Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah رضي اللّه عنه Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda :
"Seandainya aku menyuruh orang agar sujud kepada orang, tentu aku menyuruh istri agar sujud kepada suaminya."
(HR. Tirmidzi 5/1 )

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : " Apabila wanita sudah menikah, maka suaminya lebih berhak daripada ayahnya, ISTRI LEBIH WAJIB MENTAATI SUAMI DARI PADA AYAHNYA."
(HR. Bukhari Bab: Shoumil Mar'ah. Taudhihul Ahkam 3/199)

3. Tidak boleh melakukan ibadah sunnah tanpa seizin suami

Imam Bukhari di dalam Shahihnya meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah رضي اللّه عنه Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda : "Tidak boleh berpuasa (sunnah) sedangkan suaminya di rumah kecuali dg izinnya."
(HR. Bukhari Bab : Shoumul Mar'ah. Taudhihul Ahkam 3/199)

4. Tidak boleh menolak panggilang suami selama tidak ada udzur syar'i

Imam Muslim meriwayatkan hadits yg bersumber dari Abu Hurairah رضي اللّه عنه Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda : "Apabila seorang istri bermalam meninggalkan atau menjauhi tempat tidur suaminya maka malaikat akan melaknatinya sampai pagi."
(Shahih Mislim no. 2594)

5. Istri hendaknya tinggal di rumah
Ibnu Rajjab rahimahullah berkata : "Ulama' ahli sunnah bersepakat bahwa wanita tidak boleh keluar pergi ke masjid bila suami tidak mengizinkannya. "
(Fathul Bari' li Ibni Rajjab 6/140 dan ini adalah pendapat Imam Syafi'i Ibnul Mubarok, Imam Ahmad dan lainnya)

Bin Abdullah Abu Zaid rahimahullah berkata : menurut asal, wanita tempat tinggalnya di rumah, karena اَللّهُ azza wa jalla menyifati mereka tinggal di rumah.

Sebagaimana firman اَللّهُ dalam surat Al Ahzab : 33 yang artinya : "Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliyah dahulu..."

6. Istri hendaknya pandai menghibur suaminya

Imam Nasai rahimahullah meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah رضي اللّه عنه dia berkata : Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Pernah ditanya : wahai Rasulullah, siapakah wanita yang paling baik, lalu beliau menjawab : "wanita yg menyenangkan suaminya bila melihatnya, mentaati perintah suaminya, dan tidak menyelisihinya pada jiwa dan harta dengan sesuatu yg dibenci."
(HR. Nasai 6/28n ,lihat silsilah shohih no. 1838 4/337)

7. Bersabar ketika suami mengalami kesulitan ekonomi

Jadilah istri yang qonaah, maka surga balasannya. اَللّهُ azza wa jalla berfirman yg artinya : "Dan jika kamu sekalian (istri) menghendaki (keridhaan) اَللّهُ dan RasulNya serta (kesenangan) di negeri akherat, maka sesungguhnya اَللّهُ menyediakan bagi siapa yg berbuat baik diantaramu pahala yg besar."
(Surat Al Ahzab : 29)

8. Bersabar ketika mendapati amarah dari suami

Introspeksi terhadap diri sendiri, karna bisa jadi kemarahan itu bersumber dari kita yg salah, entah karna tutur kata yg buruk, kurang sopan atau tidak mengurusi anak dg baik sehingga memicu kemarahan suami maka jauhkan diri dari kurang adab.

Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ tatkala ditanya oleh wanita; mengapa wanita banyak masuk neraka? Beliau menjawab : "Karena kamu mengingkari kebaikan suami, dan kamu sering mencaci suami."
(HR. Shahih Ibnu Hibban 8/111)

9. Jadilah wanita dermawan
Hilangkanlah sifat bakhil dan kikir, tamak dan rakus akan dunia, sehingga dirimu menjadi ahli surga.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari bersumber dari Aisyah رضي اللّه عنها Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda : "Jika seorang wanita (istri) berinfaq dari makanan rumahnya dan bukan bermaksud menimbulkan kerusakan maka baginya pahala dan bagi suaminya (pahala) dari yg diusahakannya dan juga bagi seorang penjaga harta/ bendahara akan mendapatkan pahala seperti itu."
(HR. Bukhari : 1350)

Duhai saudariku!! Jika ini semua kamu kerjakan dengan baik, kami yakin kebahagiaanmu bukan hanya di dunia, kamu menjadi wanita mulia, keturunanmupun إِنْ شَاءَ اللّهُ menjadi anak yg shalih/ shalihah, tempat kembalimu adalah SURGA ♥

Thursday, May 23, 2013

sumbangan kepada AgamaNya.



sahabat -sahabat ku...
jom kita tanya kpd diri kita seikhlas-ikhlasnya,apa kah sumbangan kita menjalankan dakwah, menyebarkan syariah islam, sumbangan kita dalam mempertahankan Islam semasa ianya dipermainkan,dihina dan sebagainya.

Nanti apa jawapan kita dihadapan Allah?

Jom kita baca kisah burung dizaman Nabi Ibrahim, dan semuga kita dapat pengajaran dari kisah ini.

"DARIPADA Amir bin Saad, daripada bapanya (Saad bin Abi Waqas) katanya: “Sesungguhnya Nabi SAW memerintahkan supaya membunuh cicak dan baginda menamakannya sebagai ‘si penjahat kecil’.” (Hadis riwayat Muslim)

Berlaku kisah di zaman Nabi Ibrahim semasa Baginda dibakar oleh kaumnya, seekor burung kecil terbang berulang alik mengisi air dalam paruhnya lalu menyiram ke atas api yang membakar. Itulah yang dilakukannya berulang kali.
Tingkah lakunya diperhatikan makhluk Allah yang lain lalu bertanya kepada burung kecil itu: “Untuk apa kau berpenat lelah mengambil air berulang alik, sedangkan api yang membakar Nabi Ibrahim tidak akan terpadam dengan air yang kau siramkan itu.

Lalu dijawab oleh burung berkenaan: “Memang ia tidak akan dapat memadamkan api itu, tetapi aku lebih takut kepada Allah kerana Allah akan menyoal aku nanti, apakah yang aku sudah lakukan untuk agama Allah, dan Allah tidak akan bertanya sama ada aku berjaya memadamkan api itu atau pun tidak.”

Berlainan pula dengan cicak yang bertindak jahat dengan menghembus kepada api yang membakar Nabi Ibrahim dengan harapan api akan menjadi lebih marak untuk terus membakar Nabi Ibrahim (walaupun sebenarnya hembusan itu tidak membawa kesan ke atas api berkenaan).

Sumber: Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM)"

Tuesday, May 21, 2013

Changes in life..



If you are determined to make some changes in your life, if you want to become a better person, a better friend, a better husband, mother, father and so on, you have to look for ways to do just that.
You can’t just ask and then wait for it to fall out of the sky.
It doesn’t work this way. Go on your journey, be willing to work on yourself, be willing to learn, to study, to work and if you need help on the way, if you will ask for guidance, you will definitely receive it.
It takes time, it takes work, it takes patience but in the end it is all worth it.
Believe in yourself and in the very wisdom that created you.
Go beyond your physical appearance and by doing that you might just find who you really are.
Know that you are more than that which you see in the mirror.
You are more than what you have and what you do.
You are an infinite being, you are a spiritual being having a human experience.
You are a soul with a body and not a body with a soul. You are not that which you can see in the mirror but that which make the seeing possible.

Wherever you are, whatever you do, always remember that you are here because you have a purpose, you have gifts to share with the world. You are not here by accident, I am not here by accident. Nothing and nobody is here by accident. We are all part of something big and it’s up to us to find what that something is and work toward achieving it.