Friday, May 22, 2015

Vitamin F





Vitamin F......

 
Why do I have a variety of friends who are all so different in character?   How can I get along with them all?   I think that each one helps to bring out a "different" part of me.
 
With one of them I am polite.  With another, I joke.
I sit down and talk about serious matters with one.   With another I laugh a lot. I listen to one friend's problems.   Then I listen to another one's advice for me.
 
My friends are like pieces of a jigsaw puzzle.   When completed, they form a treasure box.   A treasure of friends!   They are my friends who understand me better than I understand myself.

They're friends who support me through good days and bad.  We all pray together and for each other.
 
Real Age doctors tell us that friends are good for our health.   Dr. Oz calls them Vitamin's F (for Friends) and counts the benefits of friends as essential to our well being.   Research shows that people in strong social circles have less risk of depression and terminal strokes.

If you enjoy Vitamins F constantly you can be up to 30 years younger than your real age.   The warmth of friendship stops stress and even in your most intense moments, it decreases the chance of a cardiac arrest or stroke by 50%.
 
I'm so happy that I have a stock of Vitamins F!
 
In summary, we should value our friends and keep in touch with them.   We should try to see the funny side of things and laugh together and pray for each other in the tough moments.
 
Thank you for being one of my Vitamins!

Thursday, May 14, 2015

Jgn angkuh dengan gelaran dan pangkat.

Assalaamu alaykum
Sekadar satu renungan.

Numan bin Tsabit atau yang biasa kita kenal dengan Abu Hanifah, atau popular disebut Imam Hanafi, pernah berselisih atau terserempak dengan anak kecil yang berjalan mengenakan sepatu kayu.

"Sang imam berkata, "Hati-hati nak dengan sepatu kayumu itu! Jangan sampai kau tergelincir."

Anak kecil ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.

"Bolehkah saya tahu namamu, tuan?", tanya si anak kecil.

"Nu'man namaku.", jawab sang imam.

"Jadi, tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelaran Al-Imam Al-A'dhom (Imam Agung) itu..?", tanya si anak kecil.

"Bukan aku yang memberi gelaran itu, masyarakatlah yang berprasangka baik dan memberi gelaran itu kepadaku."

"Wahai Imam, hati-hati dengan gelaran mu itu. Jangan sampai tuan tergelincir ke neraka kerana gelaran."

"Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkan aku di dunia. Tapi gelaran mu itu dapat menjerumuskan mu ke dalam api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya."

Ulama besar yang diikuti banyak umat Islam itu pun tersungkur menangis. Imam Abu Hanifah (Hanafi) bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang anak kecil.

Betapa banyak manusia tertipu kerana pangkat, jawatan, jabatan, tertipu kerana kedudukan dan tertipu kerana kemaqamannya. Jangan kita jadikan gelaran di dunia untuk keangkuhan.

Ya Karim!

Semoga kita menjadi seseorang yang lebih bertanggung jawab lagi.
 اِ نْشَآ ءَ اللّهُ 
آمِين آمِين آمِين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

Kisah Siak Masjid




Kisah Siak Masjid
Ada dua sahabat yg terpisah cukup lama; Ahmad dan Zaenal. Ahmad ini pintar sekali. Cerdas. Tapi kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zaenal adalah seorang yg biasa2 saja. Namun keadaan orang tuanya mendukung karier dan masa depan Zaenal.

Setelah terpisah cukup lama, keduanya bertemu di tempat yg istimewa; di koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid megah dg infrastruktur yg cantik, yg memiliki view pegunungan dg kebun teh yg terhampar hijau di bawahnya. Sungguh indah mempesona.

Zaenal, sudah menjelma menjadi seorang manager perusahaanya . . . Tapi tetap menjaga kesalehannya.

Ia punya kebiasaan. Setiap keluar kota, ia sempatkan singgah di masjid di kota yg ia singgahi. Untuk memperbaharui wudhu, dan sujud syukur. jika masih dapat waktu yg diperbolehkan shalat sunnah, maka ia shalat sunnah juga sebagai tambahan.

Seperti biasa, ia tiba di Puncak Pas, Bogor. Ia mencari masjid. , dan bergegas masuk masjid yg ia temukan.

Di sanalah ia menemukan Ahmad. Cukup terperanjatlah Zaenal ini. Ia tahu sahabatnya ini berasal dari keluarga tak punya harta, tapi pintarnya mashaallah luarr biasa.

Zaenal tidak menyangka bila berpuluh tahun kemudian ia menemukan Ahmad sebagai tukang jaga atau siak di masjid..!

“Maaf,” “Kamu Ahmad kan? Ahmad kawan SMP saya dulu?”.
"iya"
Lalu berpelukan mereka. 
“hebat sekali Kamu ya zaenal… maShaallah…”. 
puji Ahmad saat melihat zaenal masih dlm keadaan memakai suit koprat. Lengan yg digulungnya untuk persiapan wudhu, menyebabkan jam mewahnya terlihat .
“Ah, biasa saja…”.balas Zaenal

Zaenal merasa hiba. Ahmad dilihatnya sdg memegang kain lap. . seluarnya disentengkan, dan kopiahnya
ditarik ke belakang sehingga dahinya yg lebar  terlhat jelas.

“Mad… Ini kad nama saya…”.

Ahmad melihat. “Manager Area…”. Wuah, bener2 hebat."

“Mad, nanti habis saya shalat, kita sembang ya. Maaf, kalau kamu berminat, di kantor saya ada pekerjaan yg lebih baik dari sekedar siak di masjid ini. Maaf…”.

Ahmad tersenyum. Ia mengangguk. “Terima kasih ya… . Selesaikan saja dulu shalatnya. Saya pun menyelesaikan pekerjaan bersih2 dulu… Silahkan ya.  ”.

Sambil wudhu, Zaenal tidak habis pikir. Mengapa Ahmad yg pintar, tapi cuma kerja sbgai siak di masjid. Ya, meskipun tidak ada yg salah dg  pekerjaan sebagai siak , tapi siak… ah, pikirannya tidak mampu membenarkan. 
, .

 Air wudhu membasahi wajahnya…

Sekali lagi Zaenal melewati Ahmad yg sedang bebersih. Andai saja Ahmad mengerjakan pekerjaannya ini di pejabat, maka sebutannya bukan siak. Melainkan “office boy”.
Tanpa sadar, ada yg shalat di belakang Zaenal. Sama2 shalat sunnah agaknya. 
Ya, Zaenal sudah shalat fardhu di masjid sebelumnya. 
Zaenal sempat melirik. “Barangkali ini kawannya Ahmad…”, gumamnya.
 Zaenal menyelesaikan doanya secara singkat. Ia ingin segera bicara dg Ahmad.

“Encik,” tiba2 anak muda yg shalat di belakangnya menegur.

“Iya dik..?”

 “Encik, sememangnya kenal dengan Haji Ahmad…?”

 “Haji Ahmad yang mana…?”

 “Itu, yg Encik bersembng tadi…”

 “Oh… Ahmad… Iya. Kenal. Kawan saya dulu di SMP. sudah haji dia?”

 “Dari dulu sudah haji encik. Dari sebelum beliau bangun ini masjid…”.

Kalimat itu begitu datar. Tapi cukup menampar hatinya Zaenal… Dari dulu sudah haji… Dari sebelum beliau bangun masjid ini…

Anak muda ini kemudian menambahkan, “Beliau orang hebat . Tawadhu’. Saya lah yg siak masjid ini yg sebenar. Saya pekerja beliau. Beliau yg bangun masjid ini di atas tanah wakafnya sendiri. Beliau bangun sendiri masjid indah ini, sebagai masjid transit mereka yg mau shalat. encik nampak mall megah di bawah sana? Juga hotel indah di seberangnya? … Itu semua milik beliau... Tapi beliau lebih suka menghabiskan waktunya di sini. Bahkan salah satu kesukaannya, aneh. Yaitu senangnya menggantikan posisi saya. Karena suara saya bagus, kadang saya disuruh mengaji saja dan azan…”.
terdiam zaenal, entahlah apa yg ada di hati dan di pikiranya…

*****
Bagaimana menurut kita ?

Jika Ahmad itu adalah kita, mungkin saat bertemu kawan lama yg sedang melihat kita membersihkan toilet, segera kita beritahu posisi kita siapa yg sebenernya. 

Dan jika kemudian kawan lama kita ini menyangka kita siak masjid,  maka kita akan menyangkal dan kemudian menjelaskan secara detail begini dan begitu. Sehingga tahulah kawan kita bahwa kita inilah pewakaf dan yg membangun masjid ini.

Tapi kita bukan Haji Ahmad. Dan Haji Ahmad bukannya kita. Ia selamat dari rusaknya nilai amal, Tenang saja. . Haji Ahmad merasa tidak perlu menjelaskan apa2. Dan kemudian Allah yg memberitahu siapa dia sebenarnya...

MashaAllah

(Org yg ikhlas itu adl org yg menyembunyikan kebaikan2nya, spt ia menyembunyikan keburukan2nya)
-Tazkiyatun Nafs)

Thursday, May 07, 2015





Noor Afidah Abu Bakar
Parent Connect Consultancy

[PEDOFILIA: PERLUKAH KITA KISAH?]

Pedofilia adalah seorang dewasa atau remaja yang mempunyai kecenderungan dan keinginan seksual terhadap kanak-kanak. Pedofilia telah lama terlepas bebas di negara kita. 

Ingatkah lagi pembunuhan kejam adik Nurin Jazlin pada tahun 2007 dulu? Kegagalan pihak berkuasa menangkap pembunuh adik Nurin sejak 8 tahun lalu membuktikan bahawa sekurang-kurangnya seorang pedofilia tegar masih bebas. Pedofilia dalam kes ini memperolehi kepuasan dengan mendera anak kecil secara seksual dengan kejamnya. Pedofilia yang masih bebas itu mungkin pernah mendukung anak kecil kita yang dipuji comel, dia mungkin adalah ‘friend' Facebook kita, dia mungkin seorang 'jaga' di apartment kita, dia mungkin juga peniaga kantin sekolah anak kita dan dia sudah pastinya saudara mara salah seorang daripada kita. Pelbagai kemungkinan.

Dua hari lepas, kita digemparkan dengan berita tertangkapnya seorang pedofilia yang merupakan pelajar Malaysia di universiti terkemuka London. Pelajar ini menyimpan, menghasilkan dan mengedar gambar dan video pornografi kelas A yang hakikatnya adalah penderaan seksual kanak-kanak yang ekstrim. Berapa ramai lagikah mereka ini di Malaysia?

Pada awal tahun 2015, ibubapa di UK dikejutkan dengan penemuan website pedofilia berpengkalan di Rusia yang mengandungi 41 juta keping gambar kanak-kanak. Gambar-gambar tersebut disalin dari akaun media sosial milik peribadi/keluarga mangsa dan dimuatnaik ke website tersebut yang mempunyai beratus-ratus ribu pengunjung dari seluruh dunia. Petikan dari laporan, "Most of the images are accompanied by inappropriate comments from users across the world, which show they are being used for sexual gratification.”
Bayangkan jika gambar anak-anak kecil kita juga dimuatnaik ke situ.

Kebanyakan kanak-kanak yang menjadi mangsa pedofilia adalah yang belum baligh (prepubescent), lelaki dan perempuan. Di Malaysia, pada awal tahun ini, seorang bayi berusia 7 bulan dirogol suami pengasuh di Kepong. Ini bukanlah satu-satunya kes di Malaysia yang melibatkan bayi. Ada lagi yang telah dilaporkan. Beginilah betapa jahat dan sakitnya seorang pedofilia. Adakah kita tidak perlu kisah?

BAGAIMANAKAH IBUBAPA BOLEH MELINDUNGI ANAK-ANAK DARI PEDOFILIA?

1. Sentiasa ‘connect’ dengan anak-anak dan bina kepercayaan supaya kita menjadi tempat bercerita dan mengadu. 

2. Ingatkan anak-anak kecil untuk tidak menyimpan sebarang rahsia antara anak dan orang dewasa yang lain. Pedofilia selalunya memujuk anak untuk menyembunyikan perbuatan keji mereka. 

3. Hentikan sifat malu dan segan untuk bercakap soal seksual dengan anak-anak. Setiap hari anak-anak kita terdedah kepada unsur seksual di media, internet, iklan, sekolah dan paling menghampakan, di muka hadapan suratkhabar utama. Rancangan TV kanak-kanak dan siri kartun juga ada yang mengandungi unsur seksual dan menggunakan bahasa yang berunsul seksual. Kita mesti bersedia dan bersifat terbuka untuk mendidik anak-anak tentang isu seksual apabila perlu. Berbicaralah mengikut kesesuaian umur anak dengan bahasa yang difahami anak.

4. Sentiasa peka dengan gerak tubuh anak-anak yang mungkin mempamirkan sebarang ketidak-selesaan atau kegelisahan. Ambil tahulah.

5. Berhati-hati dengan paparan gambar dan video anak-anak di media sosial dan internet secara umumnya. Kenalkah kita siapa ‘friend’ dan ‘follower’ kita? Gambar-gambar anak kita mungkin di antara 41 juta gambar di website pedofilia yang disebut di atas. Sekarang ini mungkin ada pedofilia yang sedang berfantasi seksual melihat gambar anak-anak kita.

6. Ajar anak kecil tentang "appropriate and inappropriate touch". Pesan kepada anak-anak lelaki dan perempuan, bahawa tubuh-badan mereka adalah milik mereka dan tidak boleh disentuh oleh orang lain termasuklah saudara-mara terdekat ataupun mereka yang berada di rumah pengasuh/nurseri/tadika. 

7. Kenalpasti urusan-urusan yang membabitkan keadaan berisiko kepada anak-anak seperti membersihkan diri selepas ke tandas, bersalin pakaian, mandi dan sebagainya dan selalulah bertanyakan mereka dalam perbualan tentang siapakah yang terlibat. Contohnya, kalau tiba-tiba anak kecil bercerita bahawa pada hari ini anak penjaga yang membersihkan dirinya selepas ke tandas, atau ada orang mengambil gambar mereka mandi, anda perlu bertindak segera.

8. Ajar anak-anak teknik YELL RUN AND TELL (JERIT, LARI DAN CERITA) sekiranya mereka disentuh oleh sesiapa yang membuatkan mereka rasa tidak selesa seperti yang telah kita tunjukkan (di atas).

9. Jangan biarkan anak kecil ke tandas awam bersendirian. Iringilah anak dan tunggu sehingga anak selesai ‘berurusan’ di tandas. Kiranya kita perlu ke tandas dan anak kita berseorangan dengan kita, apa yang boleh dilakukan adalah mencari tandas awam yang mempunyai banyak unit tandas dan suruh anak kita masuk ke dalam sebuah unit tandas. Pesan kepada anak supaya terus berada di dalam unit tandas mereka yang berkunci, sehinggalah kita mengetuk dan memanggil. 

10. Pasanglah parental 'control software' dan perisian saringan di komputer yang digunakan oleh anak-anak. Bersembanglah dengan anak-anak tentang bahaya ‘chat' dengan sesiapa sahaja yang dikenali di internet. Pedofilia sentiasa mencari mangsa dengan merayau-rayau di internet. Mereka pandai memujuk dan bermanis kata. Mereka juga menggunakan identiti palsu supaya mudah dipercayai oleh kanak-kanak.

11. Adakan peraturan yang mewajibkan anak-anak menggunakan komputer hanya di ruang keluarga/umum di dalam rumah. Elakkan dari membenarkan anak-anak menyimpan dan menggunakan komputer di dalam bilik tidur mereka kerana sukar untuk dipantau. Ini membuka peluang untuk pedofilia ‘masuk jarum’ kerana mereka tahu anak kita tidak diawasi.

12. Elakkan memberikan telefon pintar dengan keupayaan ber’chat’ kepada anak-anak kecil.

13. Pastikan kita kenal siapa kawan-kawan rapat anak-anak kita, begitu juga guru-guru, jurulatih dan semua remaja dan orang dewasa yang terlibat dengan anak-anak kita.

14. Jangan biarkan anak kecil ke mana-mana berseorangan walaupun destinasi yang berdekatan seperti kedai, pasar malam dan sebagainya. Pedofilia mungkin telah lama memerhatikan rutin dan gerak geri anak kita. Mereka mungkin telah pun merancang sesuatu dan hanya menunggu masa untuk bertindak jahat.

15. Bekerjasama dengan pihak nurseri/pra sekolah/sekolah anak untuk melindungi anak-anak dari pedofilia.

BAGAIMANA PIHAK NURSERI/PRA-SEKOLAH/SEKOLAH BOLEH MELINDUNGI KANAK-KANAK DARI PEDOFILIA?

1. Tidak memaparkan gambar pelajar di akaun media sosial peribadi guru dan kakitangan. Yakinkah kita ‘friend’ guru-guru bukannya pedofilia? Jika ada ibubapa yg menjadi ‘friend' guru, biarlah hanya gambar anak ibubapa itu sahaja yang dipaparkan jika dibenarkan, bukannya seluruh kelas. 

2. Paparan gambar di website dan media sosial rasmi pihak sekolah perlu mendapat persetujuan (consent) ibubapa terlebih dahulu.

3. Mengawal pengambilan gambar dan video pelajar oleh guru dan kakitangan sekolah. Di sesetengah negara, guru tidak dibenarkan membawa kamera, malah telefon bimbit guru yang berkamera ditinggalkan di pejabat sepanjang waktu persekolahan untuk memastikan gambar dan video tidak dirakam sewenang-wenangnya bukan kerana urusan rasmi.

4. Banyak negara mempunyai sistem daftar-rujukan yang membolehkan sekolah dan organisasi yang terlibat dengan kanak-kanak memeriksa latar belakang mereka yang bekerja dengan kanak-kanak. Sistem ini diwujudkan untuk melindungi kanak-kanak.

5. Memantau kiranya ada kakitangan yang gemar berseloroh dengan unsur yang tidak appropriate/lucah. Ini adalah salah satu indikasi gangguan jiwa.

6. Memastikan pintu kelas mempunyai bahagian berkaca untuk melihat ke dalam kelas.

7. Tiada urusan di lakukan antara guru dan kanak-kanak di dalam bilik yang tertutup. Pintu mesti sentiasa dibuka.

8. ‘Educate' guru, ibubapa dan pelajar tentang pedofilia bagi menunjukkan keseriusan masalah tersebut.

Prihatinlah wahai ibubapa, guru-guru dan penggubal polisi. Ambil tahulah. 
Sejauh mana sesuatu masyarakat itu melindungi keselamatan anak-anak melalui kesedaran, polisi dan undang-undang, membuktikan sejauh mana masyarakat tersebut menghargai kanak-kanak.

Wednesday, April 15, 2015

AGM Hikmah Sarawak

Kaya dan berjaya..

✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️
KULIAH SUBUH :  7 SEBAB PERLU KAYA DAN BERJAYA
✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️

❇️1. Bila Ibubapa anda masih belum MAMPU menunaikan Rukun Islam ke-5 iaitu Menunaikan Haji, siapakah yang akan membantu menunaikan hajat & impian mereka?

Tergamakkah kita berkata,"aku pun tak ade duit"

❇️2. Bila Ibubapa anda perlukan duit untuk meneruskan sisa2 kehidupan mereka, untuk makan sesuap nasi, seteguk air, siapa yang akan menanggung mereka?

Tergamakkah kita berkata,"aku pun tak cukup makan."

❇️3. Bila Ibubapa anda sakit, siapa yang akan uruskan bil2 klinik, hospital & kos perubatan mereka? Adakah kita hanya perlu pejamkan mata dan pekakkan telinga? Mereka tidak pernah meminta2 dari kita kerana mereka sangat memahami keadaan kita tetapi kita memahami kah keadaan mereka.

Tergamakkah kita berkata,"aku ada banyak hutang nak kena bayar bulan ni."

❇️4. Bila Ibubapa anda bersedih kesunyian, tiada anak2 datang menjenguk...siapa yang akan pulang menjenguk mereka sedangkan anda asyik sibuk memberi alasan "SIBUK". Kesunyian ibubapa kita dapatkah kita rasai? Mereka hanya perlukan kita beberapa ketika sahaja sebab mereka sudah merasai tak lama lagi mereka akan berhijrah ke alam kubur yang jauh lebih sunyi.

Tergamakkah kita berkata,"aku bukan tak nak balik tapi tak dapat cuti."

❇️5. Bila Ibubapa anda ditaqdirkan meninggal dunia, siapakah yang berada disisinya dan menguruskan jenazahnya? Perhatikan wajah ibu/bapa kita buat kali terakhir sebelum kain kapan menutup wajah mereka adakah wajahnya berada dalam keceriaan atau kesedihan.

Tergamakkah kita berkata,"aku bukan tak nak balik tengok mak/bapak aku masa dia sakit tempohari tapi masa tu aku tengah sibuk sangat."

❇️6. Bila Ibubapa anda sudah tidak mampu menguruskan diri mereka akibat keuzuran, mampukah anda uruskan? Ibubapa kita tidak pernah mengeluh ketika mereka membesarkan kita. Mereka akan lakukan yang terbaik untuk memastikan kita mendapat yang terbaik. Biarpun mereka terpaksa berkorban, bertungkus-lumus, bergolok-bergadai tetapi bila tiba giliran kita dapatkah kita lakukan apa yang seharu
snya kita lakukan demi SEORANG ibu/ayah? Benarlah, ibu/bapa boleh menjaga 10 orang anak tetapi 10 orang anak belum pasti boleh menjaga seorang ibu/ayah.

Tergamakkah kita berkata,"aku sibuk, biarlah adik-beradik aku yang lain uruskan."

❇️7. Bila Ibubapa anda meminta duit untuk membeli sesuatu yang mereka hajatkan, bolehkah anda berikan tanpa sebarang alasan?Ketahuilah....walau apapun kita lakukan untuk ibubapa kita, kita masih belum mampu membalas jasa mereka kerana setitik air susu ibu...setitik keringat ayah....apakah nilainya pada kita?Lupakah kita bagaimana ibubapa kita membesarkan kita? Boleh kita bayangkan bersama2?....Sedarlah saudara/saudari berkhidmatlah untuk kedua ibubapa kita sementara mereka masih hidup....sedarlah berapa hari lagi kita dapat melihat dan bersama ibubapa kita kerana pengorbanan mereka sangat sangat besar pada kita...

Buktikan!!! Biarpun 100 orang, 1,000 orang, 10,000 orang nak tengok kita gagal TETAPI ada 2 ORANG YANG BENAR2 NAK TENGOK KITA BERJAYA IAITU IBUBAPA KITA. Tunjukkanlah KEJAYAAN sebelum mereka menghembuskan nafas dan menutup mata. Buktikan pada mereka bahawa zuriat yang mereka lahirkan ini adalah zuriat yang sangat HEBAT ! MAKA MARILAH KITA MENILAI DIRI SENDIRI....

BERBAKTILAH untuk kedua ibubapa kita, untuk diri kita, isteri kita dan anak-anak kita moga Allah merahmati mereka dan kita semua. Amiin Ya Allah.

- Duit ..  tak boleh bawa mati tapi tak ada duit rasa nak mati.
- Duit .. tak boleh beli kasih sayang tapi kasih sayang boleh hilang bila tak ada duit.
- Duit .. tak boleh beli tidur tapi tak ada duit tidur pun tak lena.
- Duit .. tak boleh beli kesihatan tapi utk sihat perlukan duit. 
- Duit .. tak boleh beli kebijaksanaan tapi utk dapatkan ilmu perlukan duit. 
- Duit .. Orang bodoh nampak cerdik bila ada duit tapi orang cerdik nampak bodoh bila tak ada duit.
- Duit .. bukan segalanya tapi segalanya perlukan duit. 

D-don't.
U-use.
I-intelligence.
T-the wrong way.

Kata orang-orang bijak pandai, jika :
                                                     
1.   Ingin bahagia. -  Sembahyang awal waktu
2.   Ingin sihat  -  Berpuasa
3.   Ingin dipermudahkan urusan   -   Bacalah Al-Quran
4.   Ingin wajah berseri  -  Jaga sembahyang Tahjud
5.   Ingin kaya  -  Sembahyang Dhuha
6.   Dihimpit masalah  - Beristghfarlah
7.   Berdukacita. -  Berdoalah
8.   Mahukan keberkatan  -  Berselawatlah.

Yang membaca, tak untung
Yang bercakap, pun tak untung
Yang mendengar, pun tak  untung
Yang untung, orang yang mempratikkannya, insyaAllah.

Terima kasih kerana membaca.

Thursday, April 09, 2015

Allah sahaja layak menghukum.

Allah sahaja layak menghukum.
Kita hidup digunung, merindukan pantai. Kita hidup dipantai, merindukan gunung.

Kalau kemarau kita tanya bila hujan? Di musim hujan kita tanya bila kemarau?

Diam di rumah, keinginan untuk keluar. Setelah keluar berkeinginan untuk pulang.

Waktu sunyi mencari keramaian. Waktu ramai cari ketenangan.

Ketika bujang mengeluh keinginan untuk menikah. Sudah berkeluarga mengeluh belum punya anak. Setelah ada anak, mengeluh perbelanjaan hidup.

Ternyata, sesuatu tampak indah kerana belum kita miliki..

Bilakah kebahagiaan akan diperolehi kalau kita sentiasa memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki..

Jadilah peribadi yang selalu bersyukur dengan rahmat dan nikmat yang sudah kita miliki..

Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutup bumi yang luas ini? Sedangkan menutup telapak tangan sahaja pun sudah begitu sukar..

Tapi, kalau daun kecil ini melekat di mata kita, maka tertutuplah bumi dengan daun..

Begitu juga bila hati ditutupi fikiran buruk sekecil manapun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana, bumi ini sekalipun akan tampak buruk..

Jadi, janganlah menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil.

Janganlah menutup hati kita dengan sebuah fikiran buruk, walaupun cuma seujung kuku.

Syukuri apa yang sudah kita miliki, sebagai modal untuk memuliakan-Nya.

Kerana hidup adalah, waktu yang dipinjamkan dan amanah yang dipertanggungjawabkan..

Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki..

Bersyukur atas keluarga yang kita miliki..

Bersyukur atas pekerjaan yang kita miliki..

Bersyukur atas kesihatan yang kita miliki..

Bersyukur atas rahmat dan nikmat yang kita miliki..

Bersyukur dan sentiasa bersyukur di dalam segala perkara..

Jauhilah sifat riyak dan sombong dgn apa yg kita miliki .. Ianya bukan milik kita, ianya milik Allah yg Maha Esa...

Semoga kita mendapat manfaat dan sentiasa bersyukur.. Alhamdulillah..

Monday, April 06, 2015

Jangan Menilai Orang...jgn menghukum

Sirah utk hari ini..
Utk iktibar diri sendiri.. ����

Kisah zaman Sultan Murad ke-4 Empayar Ab/ basiyah Iraq

Sultan Murad terasa pd satu mlm, perasaan tidak senang hati. Maka dia buat keputusan utk keluar dgn kawalan ketua pasukan pengawal round masyarakat bandar Baghdad.

Jadi mereka merayau sembunyi2 mcm org awam & sampai di kwsn tepi hjg kota, mereka terlihat seorg terbaring atas jalan raya.

Mereka pegi dekat & sedari yg org tu dah mati !!! Tetapi org tempatan yg lalu, buat tak peduli pun !!!

Sultan Murad pun berteriak.. 
"Hey apa nie..? Mengapa kamu semua tak pedulikan si mayat ni..? Mana keluarga atau rumahnya? "

Kemudian ada seorg menjawab. "Si mayat ni org ZANDIQ (fasiq, jahat), peminum arak & penzina yg pergi kpd pelacur !!"

Tegur Sultan Murad, "Bukan kah dia drpd Ummat Nabi Muhammed SAW? Sila tlg angkat jenazahnya kembali ke rumahnya !"

Bila sampai di rumah nya, isterinya mula menangis & org awam pun tinggalkan si mayat & balik.Tinggal lah Sultan Murad dgn teman ketua pengawalnya.

Si isteri semasa menangis, berdoa. "Ya Allah, kasihani lah Wali Allah. Sesungguhnya ana saksi dia drpd kaum SALIHIN"

Sultan Murad pun tegur si isteri. "Macam mana awak blh panggil arwah sebagai Wali, tetapi org ramai kutuknya hingga tak sudi pedulikan mayatnya?"

Jawab si isteri. "Saya sudah sangka akn brlaku begitu. Si suami selalu kaluar waktu mlm pegi ke kedai bar & beli sebyk mungkin arak dan kemudian membawanya balik ke rumah. Kemudian dia menuang ke dlm tandas rumah kami! Dia berdoa. "Aku telah kurangkan bala arak yg ada utk org Islam"

Dan dia pergi kpd wanita pelacur & bayar duit suruh pelacur tutup pintu jgn ambil pelanggan lain mlm ni! Balik ke rmh, dia akan bersyukur, Alhamdulillah kpd Allah yg beri taufiq ringankan dosa si pelacur & pemuda org Islam mlm ni"

Tetapi malangnya, org awam nampak dia beli arak & masuk rumah pelacuran.Jadi mereka sangka dia buat jahat!

Kata isterinya, saya dah kata kpdnya. "Jikalau awak mati, tak akan ada sesiapa yg akan mandikan kamu & solatkan jenazah serta kebumikan kamu!"

Tetapi dia gelak & jawab balik.
"Jangan takut! Jenazah aku akan disolatkn oleh Sultan Negara Islam ni dgn ulama & wali-wali Allah!"

Maka menangislah Sultan Murad. Beliau berkata,
"Benarlah kata si arwah.
Aku ialah Sultan Murad! 
Esok kami akan mandikan arwah & solat jenazah serta kebumikannya"

Jadi pada keesokan harinya, solat jenazah bersamanya si Sultan dgn ulama dan pembesar negara.Ramai org awam dtg dan uruskan pengebumiannya.

Maha Suci ALLAH !!! 
Kita hukum org ikut yg kita nampak & dgr saja apa percakapan org lain.Jikalau kita tahu yg tersirat d dlm hati, nescaya kita akan lebih waspada kawal lidah kita..
Nescaya akan brtambah taqwa kpd ALLAH..

Ya Allah! kurniakan kami sangkaan baik terhadap setiap hamba Allah...
jgn buruk sangka dgn org lain
anggaplah diri kita lagi hina dri org lain

Sunday, April 05, 2015

Membentuk keyakinan diri..

Bella-Ammara

1- BERPAKAIAN MENARIK

Pakaian banyak mempengaruhi emosi seseorang dan boleh mengubah cara anda membawa diri serta berinteraksi dengan orang lain. Tidak perlu membeli pakaian mahal kerana yang penting ialah bagaimana anda memadankan pakaian dengan tudung, aksesori, kasut dan beg tudung supaya kelihatan menarik. Ketidakpadanan antara pakaian dengan tudung atau aksesori boleh membuatkan pakaian mahal tampak murah.

2  BERJALAN CEPAT SEDIKIT

Individu yang mempunyai keyakinan diri tinggi kebanyakannya berjalan cepat kerana mereka mengejar masa. Walaupun tidak mengejar masa, cubalah berjalan lebih cepat daripada biasa. Anda akan berasa keyakinan menjadi lebih baik.

Kaedah ini secara tidak langsung boleh menjadi ‘senaman’ kerana anda memaksa badan menggunakan lebih tenaga dan dapat menjimatkan masa. Anda akan mempunyai lebih masa untuk melaksanakan tugas harian.

jobs-activation-numbers

3- BELAJAR POSTUR BADAN YANG BAIK

Jangan membongkok. Postur badan yang kurang baik akan memberi gambaran kepada orang lain bahawa kita kurang keyakinan diri dan tidak merasakan dirinya penting.

Mengamalkan postur badan yang baik sama ada ketika duduk atau berdiri secara automatik membuatkan anda berasa lebih yakin dan selesa dengan diri sendiri.

4- CARI KELEBIHAN DIRI SENDIRI

Ramai orang tidak sedar mereka mempunyai lebih banyak pemikiran negatif. Menurut Perunding Psikologi Klinikal, Paul Jambunathan, berdasarkan kajian, apabila ditanya mengenai bentuk emosi, kebanyakan orang akan menyenaraikan lebih banyak emosi negatif berbanding emosi positif.

Pemikiran negatif seperti inilah yang menyebabkan kita selalu melihat orang lain lebih baik sedangkan setiap orang mempunyai kelebihan masing-masing. Cuba senaraikan kelebihan anda dan buat satu karangan mengenainya. Bacakan karangan ini di depan cermin setiap kali anda berasa kurang yakin dengan diri sendiri.

download (9)

5-  BERSYUKUR

Luangkan masa setiap hari untuk bersyukur ke atas apa yang anda miliki. Sebenarnya anda mempunyai terlalu banyak perkara perlu bersyukur kepada Tuhan, antaranya perkahwinan, keluarga, dianugerahkan anak (walaupun anak angkat), pekerjaan yang baik, kejayaan lampau dan kemahiran.

Jika tidak memiliki walau satu pun daripada disenarai di atas, anda masih perlu bersyukur kerana diberi peluang untuk hidup dan menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan. Kita berdoa dan meminta banyak perkara daripada Allah untuk menikmati hidup tetapi Allah memberi kehidupan supaya anda boleh menikmati semua yang diminta tadi.

9450_324013977709273_882719158_n

6- JANGAN KEDEKUT DENGAN PUJIAN

Apabila kita berpandangan negatif pada diri sendiri, kita secara tidak langsung (tanpa disedari) mempamerkan perasaan itu pada orang lain. Belajarlah memuji orang dengan ikhlas.

Ia bukan saja akan membuat orang dipuji berasa senang hati tetapi boleh menjadi pembuka kepada perbualan. Elak terbabit dalam gosip (mengumpat), terutama jika ia membabitkan rakan sekerja.

Mengumpat akan mengundang lebih banyak perasaan dan pemikiran negatif kepada anda.

img_0650_1936_06

7- DUDUK DI DEPAN

Di seluruh dunia, tidak kira sama ada di sekolah, universiti atau perhimpunan umum, kebanyakan orang lebih suka memilih untuk duduk di belakang. Untuk meningkatkan keyakinan, belajarlah duduk di barisan depan bagi mengatasi ‘ketakutan’ yang tidak rasional itu.

Duduk di barisan depan membolehkan anda melihat, mendengar dan mendapat maklumat dengan lebih jelas. Malah, mempunyai lebih peluang untuk bertanya. Dengan duduk di depan, anda lebih mudah dikesan individu penting yang memberi taklimat.

speak-up11-500x375

8-AMBIL PELUANG BERCAKAP

Di dalam perbincangan kumpulan, cuba bercakap atau memberi pandangan walaupun sekali. Ini akan meningkatkan keyakinan anda untuk bercakap di depan orang ramai dan lebih yakin dengan pandangan anda.

muslim-fitness-2

9- BERSENAM

Tahap kesihatan dan kecergasan memberi banyak kesan ke atas keyakinan seseorang. Individu yang mempunyai berat badan seimbang biasanya lebih yakin dengan diri sendiri.

Kita akan berasa kurang yakin apabila tidak selesa dengan badan sendiri akibat masalah berat badan dirasakan tidak cantik atau menarik. Bersenam bukan saja penting untuk meningkatkan kesihatan, tetapi ia juga akan memperbaiki bentuk badan kita.

447974

10- MURAH DENGAN SENYUMAN

Senyuman memberi kesan positif secara langsung kepada diri sendiri. Ia akan membuatkan kita berasa gembira dan tenang. Malah senyuman juga boleh melindungi keresahan hati dan ia boleh membuatkan anda tampak lebih yakin.