Saturday, February 26, 2011

We cant direct the wind but we can adjust our sail..




Memahami maksud takdir Allah.



Mana mungkin kita mengelakkan daripada diuji kerana itu adalah takdir Allah SWT. Yang mampu kita buat hanyalah meningkatkan tahap kebergantungan kita kepada Allah di samping berusaha sedaya upaya menyelesaikan masalah itu. Ungkapan yang terkenal: We can’t direct the wind but we can adjust our sail – kita tidak mampu mengawal arah tiupan angin, kita hanya mampu mengawal kemudi pelayaran kita.

Kemudi dalam pelayaran kehidupan kita hati. Hati yang bersifat bolak-balik (terutamanya bila diuji) hanya akan tenang bila kita beriman kepada Allah – yakin kepada kasih-sayang, keampunan dan sifat pemurah-Nya. Dalam apa jua takdir yang ditimpakan-Nya ke atas kita adalah bermaksud baik sekalipun kelihatan negatif. Baik dan buruk hanya pada pandangan kita yang terbatas, namun pada pandangan-Nya yang Maha luas, semua yang ditakdirkan ke atas hamba-Nya pasti bermaksud baik.

Tidak salah untuk kita menyelesaikan masalah yang menimpa (bahkan kita dituntut untuk berbuat demikian), namun jika masalah itu tidak juga dapat diselesaikan, bersangka baik kepada Allah berdasarkan firman-Nya:
“Ada perkara yang kamu tidak suka tetapi ia baik bagi kamu dan ada perkara yang kamu suka tetapi ia buruk bagi kamu, Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan kamu tidak mengetahuinya”
Surah Al Baqarah : 216
Seorang ahli hikmah, Ibn Atoillah menjelaskan hakikat ini menerusi katanya, “barang siapa yang menyangka sifat kasih sayang Allah terpisah dalam takdir-Nya, maka itu adalah kerana pen¬deknya penglihatan akal dan mata hati seseorang.”

Siapa tidak inginkan kekayaan, malah kita dituntut mencari harta. Namun jika setelah berusaha sedaya upaya, masih miskin juga, bersangka baiklah dengan Tuhan… mungkin itu caranya untuk kita mendapat pahala sabar. Begitu juga kalau kita ditakdirkan kita tidak berilmu, maka berusahalah untuk belajar, kerana itulah maksud Allah mentakdirkan begitu.

Kalau kita berkuasa, Allah inginkan kita melaksanakan keadilan. Sebaliknya, kalau kita diperintah (oleh pemimpin yang baik), itulah jalan untuk kita memberi ketaatan. Rupanya cantik kita gunakan ke arah kebaikan. Hodoh? kita terselamat daripada fitnah dan godaan. Ya, dalam apa jua takdir Allah, hati kita dipimpin untuk memahami apa maksud Allah di sebalik takdir itu.

Jadi, kita tidak akan merungut, stres dan tertekan dengan ujian hidup. Hayatilah kata-apa yang ditulis oleh Ibnu Atoillah ini:
“Untuk meringankan kepedihan bala yang menimpa, hendak dikenal bahawa Allah-lah yang menurunkan bala itu. Dan yakinlah bahawa keputusan (takdir) Allah itu akan memberikan yang terbaik.”

Tadbirlah hidup kita sebaik-baiknya, namun ingatlah takdir Tuhan sentiasa mengatasi tadbir insan. Jangan cuba mengambil alih “kerja Tuhan” yakni cuba menentukan arah angin dalam kehidupan ini tetapi buatlah kerja kita, yakni mengawal pelayaran hidup kita dengan meningkatkan iman dari semasa ke semasa. Kata bijak pandai: “It’s not what happens to you, but it’s what you do about it. It is not how low you fall but how high you bounce back!”

Friday, February 25, 2011

SEVEN PRODUCTIVE HABITS...






Seven productive habits to develop you spiritually


We should aim to develop the following seven spiritually productive activities into our habits so that we can hopefully continue benefitting from them throughout our lives. These activities are the spiritual ‘bread and butter’ of a Muslim. To develop them as habits is the essence of embarking on a journey towards achieving the love of Allah and constantly increasing your Iman, Insha Allah:


1) Pray the Sunnah prayers

It’s easier to just pray the obligatory prayers and rush out of the mosque! However, when we realize the rewards we’re missing from not praying Sunnah prayers, we will never leave them. There’s only one way of getting yourself to pray these Sunnah prayers constantly: Get into the habit of praying them! They’ll soon become a part and parcel of your Salah and your Salah will feel incomplete without performing these Sunnah prayers.


2) Remembrance of Allah after Salah

How long does it take to recite the supplications after Salah? Around five to seven minutes. If you’re not sure what supplications are being referred to, please purchase a copy of Hisnul Muslim (Fortress of the Muslim), published by Darussalam. Nowadays you’ll find applications for these supplications. Get into the habit of reciting them daily after each Salah to enrich your Salah experience.


3) Morning and evening supplications

There exists a beautiful set of Du’as and Dhikr from the Sunnah of the Prophet (peace be upon him) which he used to say after sunrise and after sunset. They are true stress relievers and energy boosters which will never fail to make our days and evenings feel blessed.


4) Night Prayer

Alhamdulillah during Ramadan we had the wonderful Taraweeh prayers to attend. However, outside of Ramadan there are still many opportunities to obtain the reward of the night prayer. If you’re new to night prayer or you don’t pray it constantly during the year, try to pray Tahajjud at the mosque every night and give yourself a ‘no-excuse’ policy. Develop a habit of praying Tahajjud and continuing to pray them for an entire 30 days. This will set you on better footing to continue with the Night Prayer for the rest of the year Insha Allah.


5) Duha Prayer

Here’s a top secret to a productive day: Two rak’ahs known as the Duha prayer which you may pray at anytime after sunrise till before the sun reaches it’s zenith (around 30 minutes before Dhuhr). The reward of this prayer is similar to giving charity on behalf of every bone in your body, and the energy and buzz you feel during the day is amazing.


6) Supplications before you sleep

You’ve just had a long day and you’re super tired. You climb into bed and you want to hit the sack… but wait! Before you do, can you give yourself just 10 more minutes to recite the supplications before sleeping? That’s all. Try them and find yourself experiencing the most beautiful sleep ever and waking up for Fajr easily, Insha Allah.


7) Reciting one hour of Qur’an each day

Notice that what is being said is: recite one hour of Qur’an each day and not just one Juz or one Surah. The amount of Qur’an you read is not as important as the quality of your understanding. If you spend one hour reciting just one verse but understand it fully, that’s more important and beneficial than reciting lots of Qur’an at breakneck speed, yet not understanding a word.
So there you go, seven spiritually productive habits you can develop throughout the year starting from today!


– Productive Muslim

Saturday, February 19, 2011

Hanya Allah yg menyembuhkan kita...mohonlah kpdNya


ayat5: "maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan..
ayat6; "sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan"


Sesungguhnya kesembuhan itu milik Allah. Kata-kata yang telah dijadikan perangsang bagi memotivasikan diri sendiri dan insan lain yang sedang sakit dalam menghadapi keadaan kesihatan yang tidak mengizinkan. Begitulah antara ujian kecil berupa penyakit yang dihidapi oleh kebanyakan insan yang telah dipilih oleh Allah sebagai bukti kasih sayang-Nya, kafarah dosa dari-Nya, dan peningkatan darjat hambaNya.

Sesungguhnya penyakit yang diturunkan oleh Allah ini banyak menguji ketahanan fizikal dan mental, kerana tempoh tersebut merupakan titik tolak ke arah kesedaran bahawa kematian akan mengejar kita bila-bila masa sama ada bersedia atau tidak.

"Di mana jua kamu berada, maut akan mendapatkan kamu (bila sampai ajal), sekalipun kamu berada dalam benteng-benteng yang tinggi lagi kukuh." [al-Nisaa' 4:78]

Mengingati saat menziarahi jenazah suami kepada seorang sahabat yang meninggal dunia secara tiba-tiba tahun lepas telah banyak mengubah paradigma tentang kematian itu sendiri. Sama ada kita bersedia atau tidak, bertaubat atau belum bertaubat, ajal itu pasti akan datang, cuma waktu dan ketikanya sahaja tidak diketahui. Cuma persoalannya, adakah kita telah bersedia dengan bekalan-bekalan yang disediakan? Adakah cukup bekalan yang disediakan? Bagaimanakah keadaan kita semasa dalam alam kubur? Bernasib baik atau sebaliknya?

Hal ini sedikit sebanyak telah menghantui diri sendiri sehingga telah mewujudkan suatu ketakutan yang luar biasa dalam diri. Hal ini ditambah pula dengan penyakit yang dialami yang masih tidak sembuh-sembuh, telah meningkatkan lagi tahap ketakutan dan pada masa yang sama telah mewujudkan satu situasi yang tegang dalam emosi, fikiran serta memberi tekanan kepada diri sendiri.

Namun begitu, ketahanan mental dan fizikal berteraskan ayat-ayat Allah telah berjaya mengatasi masalah tekanan tersebut sehingga dapat kembali mewujudkan satu senario yang aman dan tenang hingga kembali semula kepada keadaan asal. Mengingati mati dapat melembutkan hati, tetapi apabila mengingati kematian itu secara negatif, hal ini akan dapat memberikan kesan negatif kepada diri sendiri.

Apabila kita bergantung sepenuhnya kepada Allah, menyerahkan segala-segalanya kepada Dia, berdoa bersungguh-sungguhnya kepada-Nya, Sesungguhnya Dia yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, akan mengabulkan dan memperkenankan doa kita. Berusaha, berdoa,berserah, bertawakal itulah tanda pergantungan seorang hamba kepada Tuhannya.

"Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan solat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." [Al-Baqarah, 2:153]

Segala masalah penyakit, rujuklah kepada Allah. Daripada-Nya datang segala kebaikan, dan kejahatan juga tidak berlaku dengan izin Allah. Kita perlu berikhtiar, berusaha dan doa-doa kita yang dimakbulkan dan ada juga yang Allah tangguhkan tetapi semuanya perlu dilakukan dengan hati yang ikhlas.

Kuasa penyembuhan semuanya dari Allah. Kita sebagai hamba-Nya perlu redha dengan apa yang ditetapkan kerana setiap apa yang diturunkan kepada kita adalah ujian, sama ada kita dapat redha menerima atau tidak, semuanya untuk meningkatkan darjat kita di samping membersihkan dosa-dosa yang dilakukan.

Tidakkah semua ini adalah rezeki dari Allah, dimana Dia sering memberi perhatian kepada kita, tidakkah ini akan membuatkan kita sentiasa ingat pada-Nya? Anggaplah suatu penyakit itu sesuatu yang positif kerana jika kita redha dengan suatu ujian, Allah akan melipat gandakan pahala kita.Semoga anda semua cepat sembuh begitu juga diriku ini.

Adalah diharapkan artikel ini dapat membawa manfaat kepada semua dan marilah kita saling ingat-mengingati antara satu sama lain. Kelalaian dan kelekaan terhadap duniawi pasti mewujudkan satu jurang yang besar dalam diri kita sendiri dengan Allah.Semoga artikel ini akan menjadi saksi bagi diriku di akhirat kelak sebagai salah satu medium untuk berdakwah kepada pembaca semua.

Redhalah dengan ujian yang kecil ini kerana ujian itu adalah hadiah dan cinta dari Allah. Bersabarlah dengan penyakit yang menimpa ini dan yakin akan sembuh kerana sesungguhnya kesembuhan itu milik-Nya, tiada apa yang kita cari melainkan dalam kembara hidup ini selain memburu cinta dan rindu-Nya.

Ungkapan syukur yang tidak terhingga kepada Allah kerana penyakit yang ditimpakan kepada diriku tidaklah sehebat penyakit kritikal yang dihidapi oleh insan lain, walaupun kecil, penyakit ini tetap memberi kesan yang kuat terhadap sistem ketahanan fizikal disamping memberi tekanan yang hebat terhadap mentalku. Aku bersyukur aku masih diberi kesempatan oleh Allah untuk menghirup udaranya yang segar ini. Berusaha, berdoa dan bertawakal itulah kekuatan sebenarnya dalam penyembuhan penyakit ini. Yakin dan positiflah dengan ujian penyakit yang diturunkan kepada kita.

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." [Al-Ankabut, 29:2-3]

Akhir kata, jadikan ayat-ayat Allah sebagai peransang dalam meningkatkan motivasi dalaman kita dalam membentuk keperibadian soleh dan solehah.

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman." [Al-Imran, 3:139]

Sesungguhnya Dialah yang mencipta perasaan cinta dan rindu itu. Semoga Dia yang sangat kita cintai dan kita rindui akan tetap terpahat kukuh dalam jiwa dan sanubari kita. Wallahua'lam.

- Artikel iluvislam.com